Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BeFa Bangun Kawasan Industri AI-Ready Pertama di Indonesa

📅 Jumat, 28 Agu 2026, 08:36 WIB | Oleh: Tim Redaksi
BeFa Bangun Kawasan Industri AI-Ready Pertama di Indonesa Doc: istimewa
Ket. PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BeFa) bersama para mitra strategis memperkuat kolaborasi untuk membangun ekosistem kawasan industri AI-Ready. Komitmen tersebut ditandai dengan Penandatanganan MoU bertema “Powering The AI Ready Industrial Ecosystem – Power, Connection, Assured” di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali, Kamis (27/8)

BALI— Perkembangan artificial intelligence (AI), data center, cloud computing, dan otomasi mengubah cara investor memilih lokasi industri. Kini ketersediaan lahan saja tidak cukup. Investor butuh kepastian infrastruktur energi dan digital yang sudah siap sejak hari pertama.

Menjawab kebutuhan itu, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BeFa) bersama para mitra strategis memperkuat kolaborasi untuk membangun ekosistem kawasan industri AI-Ready. Komitmen tersebut ditandai dengan Penandatanganan MoU bertema “Powering The AI Ready Industrial Ecosystem – Power, Connection, Assured” di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali, Kamis (27/8).

Kolaborasi ini merupakan bagian dari pengembangan BeFa Digital Town di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kawasan ini disiapkan khusus untuk mendukung pertumbuhan industri berbasis AI, data center, cloud, smart manufacturing, IoT, dan automation. Fokus utamanya adalah kesiapan infrastruktur energi, air, dan konektivitas digital yang terintegrasi.

Direktur Utama BeFa, Leo Yulianto Sutedja, menjelaskan tantangan kawasan industri saat ini sudah bergeser. Jika dulu investor melihat lokasi, akses logistik, dan lahan, kini faktor penentunya adalah ketersediaan daya, konektivitas digital, keandalan, skalabilitas, dan kepastian.

“Pertumbuhan AI dan data center punya kebutuhan berbeda dibanding industri konvensional. Keandalan listrik, konektivitas berkapasitas tinggi, ketersediaan air, dan kemampuan infrastruktur berkembang sejalan dengan ekspansi bisnis jadi faktor penting,” ujar Leo.

“Bagi kami, AI-ready itu memberikan kepastian kepada tenant sejak hari pertama berinvestasi,” lanjutnya.

BeFa menjawab kebutuhan tersebut melalui integrasi tiga fondasi utama: power, water, dan neutral fiber. Dengan model ini investor bisa langsung fokus membangun bisnis tanpa harus mengurus persoalan dasar infrastruktur.

Gandeng PLN, IGN, dan Mitra Digital

Dalam acara tersebut, BeFa, Industrial Grid Nusantara (IGN), dan PT PLN (Persero) menandatangani MoU untuk memperkuat kesiapan infrastruktur kelistrikan. Sementara SolidBlue juga menandatangani Nota Kesepahaman dengan XenithIG untuk pengembangan konektivitas dan infrastruktur digital di BeFa Digital Town.

Direksi IGN menekankan bahwa tantangan industri AI dan data center bukan hanya soal besarnya daya, tetapi bagaimana daya itu bisa disalurkan secara andal dan ditingkatkan seiring pertumbuhan tenant. 

“Di sinilah kami melihat peran Industrial Grid Nusantara. Bersama PLN dan BeFa, kami ingin membangun kesiapan infrastruktur kelistrikan di dalam kawasan yang memungkinkan kebutuhan daya direncanakan sejak awal, ditingkatkan ketika bisnis berkembang, dan tidak menjadi hambatan bagi ekspansi tenant di kemudian hari. Bagi investor, kepastian seperti inilah yang semakin penting dalam menentukan lokasi investasinya,” ujarnya.

Senada dengan itu, Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PT PLN (Persero), Rakhmad Dewanto, menyampaikan komitmen PLN dalam menyediakan infrastruktur kelistrikan yang andal, berkualitas, dan mampu berkembang mengikuti kebutuhan pelanggan.

Ekosistem Terintegrasi untuk Investor AI

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, BeFa ingin memastikan kebutuhan fundamental industri berbasis AI telah dipersiapkan sejak awal. Setiap mitra diharapkan membawa kapabilitasnya masing-masing untuk menciptakan kawasan industri yang benar-benar siap menerima investasi berbasis AI, data center, cloud, dan automation.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Marketing VALTEKINDO
Marketing VALTEKINDO
29 Aug 2026, 09:31 WIB.

Artikel ini memberikan wawasan edukatif yang sangat mencerahkan mengenai pergeseran kebutuhan investor di era digital, di mana inisiatif kolaboratif untuk merencanakan kapasitas daya yang dapat ditingkatkan seiring pertumbuhan bisnis para tenant adalah sebuah langkah cerdas yang mampu memberikan ketenangan jangka panjang bagi perusahaan yang ingin murni fokus pada ekspansi komersial alih-alih dipusingkan oleh masalah utilitas dasar.

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Ekonomi
BI Siapkan Tiga Strategi ag...

Houthi Tegaskan Mekah Bukan Target Serangan

36 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Houthi Tegaskan Mekah Bukan...
Luar Negeri
Negosiasi AS-Iran Buntu, Tr...
Advertisement
Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

20 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.