Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB: Lebih dari Separuh Tanah Dunia Terdegradasi

📅 Jumat, 28 Agu 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
PBB: Lebih dari Separuh Tanah Dunia Terdegradasi Doc: AFP/OLY MPIA DE MAISMONT
Ket. Foto udara memperlihatkan permukiman pesisir Ayetoro, yang terdampak oleh abrasi pantai, di Negara Bagian Ondo, baru-baru ini.

PARIS – Lebih dari separuh tanah di dunia berada dalam kondisi buruk atau sangat buruk, sehingga mengancam ketahanan pangan global dan keanekaragaman hayati. Padahal, berbagai langkah yang terbukti efektif untuk memperbaiki kesehatan tanah telah tersedia, tetapi belum diterapkan secara luas, menurut laporan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) yang dirilis Kamis (27/8).

"Secara global, kita harus beralih dari pola pikir eksploitasi tanah ke pola pikir pengelolaan tanah," kata FAO dalam laporan tersebut.

FAO menyebut tanah menopang 95 persen produksi pangan dunia, menjadi habitat bagi 59 persen keanekaragaman hayati global, serta berfungsi sebagai penyerap karbon terbesar kedua di planet ini setelah lautan.

"Namun, degradasi tanah terus meningkat dengan laju yang mengkhawatirkan," kata para penulis laporan.

Laporan itu menemukan pengelolaan tanah di 52,5 persen wilayah dan subwilayah dunia tergolong buruk atau sangat buruk. Sekitar sepertiga wilayah dinilai memiliki pengelolaan tanah yang cukup baik, sedangkan hanya 14 persen yang masuk kategori baik atau sangat baik.

Laporan tersebut merupakan kajian utama kedua FAO mengenai kondisi tanah dunia setelah laporan perintis pada 2015. Dalam kajian sebelumnya, sebagian besar tanah dunia diketahui berada dalam kondisi cukup baik, buruk, atau sangat buruk.

Sejak laporan pertama diterbitkan, populasi dunia bertambah sekitar 800 juta orang. Pada periode yang sama, sekitar 80 juta hektare lahan tambahan, atau hampir seluas gabungan wilayah Prancis dan Jerman, telah dialihkan untuk produksi tanaman pertanian utama.

Kesehatan Tanah

Menurut para ahli, erosi menjadi ancaman terbesar terhadap kesehatan tanah. Erosi terjadi ketika lapisan tanah terkikis dan terbawa air atau angin akibat praktik pengelolaan lahan yang tidak berkelanjutan.

Ancaman lainnya mencakup hilangnya bahan organik atau karbon organik tanah, pengelolaan unsur hara yang buruk, berkurangnya keanekaragaman hayati tanah, penumpukan garam, pencemaran, serta perluasan wilayah perkotaan.

Perubahan iklim diperkirakan memperburuk sebagian besar persoalan tersebut. Sebaliknya, degradasi tanah juga dapat berkontribusi terhadap perubahan iklim. Karena itu, perbaikan kesehatan tanah dinilai dapat meningkatkan ketahanan ekosistem sekaligus membantu mengurangi dampak pemanasan global.

Para penulis laporan mengatakan sebagian besar teknik untuk melindungi dan memulihkan tanah sebenarnya telah dikenal luas sejak sebelum 2015. Namun, penerapannya masih terbatas.

Pengelolaan tanah hanya mengalami perbaikan di sekitar 10 persen wilayah yang dinilai, sementara 58 persen wilayah lainnya justru mengalami penurunan kualitas pengelolaan.

Salah satu metode utama untuk mengurangi degradasi adalah mengurangi atau menghentikan pengolahan tanah, termasuk aktivitas membajak. Praktik tersebut dapat merusak organisme di dalam tanah dan membuat lapisan tanah lebih rentan terhadap erosi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sengketa Tanah Golat Memanas, Keturunan Raja Pagi Tempuh Jalur Hukum
    Preview komentar:
    Raja Pagi Sinurat adalah anak kedua dari Raja ...
  • PLTS Didorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Hijau
    Preview komentar:
    Pembangunan PLTS dengan kapasitas 100 GWp ini tentu ...
  • Karawang Punya 9 Kawasan Industri, Warga Lokal Disiapkan Jadi Tenaga Kerja
    Preview komentar:
    Membaca ulasan positif mengenai komitmen Pak Bupati ini ...
Olahraga
Zverev Dapat Peluang Emas d...
Olahraga
Serena dan Venus Williams D...

Pelawak Topan Ketoprak Humor Meninggal Dunia di Malang

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Pelawak Topan Ketoprak Humo...
Luar Negeri
Banjir Bandang Nepal Tewask...
Aksi di Depan DPR Berujung Kerusakan, Polda Metro Jaya Mulai Pendataan

Aksi di Depan DPR Berujung Kerusakan, Polda Metro Jaya Mulai Pendataan

28 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.