Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Industri Pangan Tak Boleh Jalan di Tempat, Riset IPB Buka Peluang Besar

📅 Kamis, 27 Agu 2026, 22:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Industri Pangan Tak Boleh Jalan di Tempat, Riset IPB Buka Peluang Besar Doc: Istimewa.
Ket. South East Asia Food and Agriculture Science & Technology (SEAFAST) Center IPB.

JAKARTA – Riset pangan menjadi fondasi penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan dinamika kebutuhan konsumsi.

Pengembangan teknologi, varietas unggul, serta inovasi pengolahan perlu diperkuat agar produksi pangan lebih produktif, efisien, dan mampu menjawab tantangan pangan jangka panjang.

Kepala Pusat South East Asia Food and Agriculture Science & Technology (SEAFAST) Center IPB Puspo Edi Giriwono menilai riset pangan membuka peluang baru untuk meningkatkan daya saing Indonesia di sektor industri makanan dan minuman (mamin).

“Riset dalam bidang pangan terutama pengembangan bahan baku membuka peluang untuk mengeksplorasi sumber alternatif, meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, meningkatkan daya saing, serta mengembangkan formulasi yang tetap memenuhi kualitas, keamanan, dan nilai gizi,” kata Puspo dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (27/8).

Ia mengatakan pertumbuhan industri perlu diiringi dengan penguatan inovasi berbasis ilmu pengetahuan, teknologi dan riset agar industri dapat terus mengembangkan produk dan solusi yang relevan dengan kebutuhan pasar.

Berdasarkan laporan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 6,51 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal II 2026.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh berbagai faktor, salah satunya perubahan gaya hidup dan preferensi konsumen yang semakin memperhatikan kesehatan serta memilih produk makanan dan minuman yang lebih sehat.

Lebih lanjut ia mengatakan pertumbuhan itu mencerminkan besarnya potensi sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku industri untuk terus berinovasi untuk mendukung perkembangan industri di sepanjang rantai makanan dan minuman.

“Kolaborasi antara peneliti, industri, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi penting untuk mempercepat adanya inovasi,” ujar Puspo.

Salah satu wadah kolaborasi strategis untuk mendukung hal tersebut adalah melalui Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026.

Ajang tersebut mempertemukan pelaku industri, pemasok bahan baku, peneliti, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat akses terhadap inovasi, memperluas jaringan, serta membuka peluang bisnis baru.

“Melalui Fi Asia Indonesia 2026, SEAFAST melihat peluang untuk menjembatani dan bertukar ide dan pemikiran dalam hal perkembangan pengetahuan, sains dan hasil riset dengan kebutuhan nyata industri,” kata Puspo.

Menurut dia, platform tersebut dapat menjadi ruang untuk bertukar wawasan dan pengalaman bersama pelaku industri, peneliti, pemasok bahan baku, serta penyedia teknologi dari Indonesia maupun berbagai negara.

“Sehingga kolaborasi dapat mendorong pengembangan solusi dan bahan baku yang lebih inovatif, berkelanjutan, dan tangguh dalam menghadapi tantangan ke depan dalam menyediakan pangan dan berbagai produknya untuk banyak manfaat bagi konsumen dan masyarakat Indonesia,” ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sengketa Tanah Golat Memanas, Keturunan Raja Pagi Tempuh Jalur Hukum
    Preview komentar:
    Raja Pagi Sinurat adalah anak kedua dari Raja ...
  • PLTS Didorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Hijau
    Preview komentar:
    Pembangunan PLTS dengan kapasitas 100 GWp ini tentu ...
  • Karawang Punya 9 Kawasan Industri, Warga Lokal Disiapkan Jadi Tenaga Kerja
    Preview komentar:
    Membaca ulasan positif mengenai komitmen Pak Bupati ini ...
Ekonomi
Terjawab! Komisi XI DPR Set...
Luar Negeri
Kolombia Resmi Serahkan 5 B...
Luar Negeri
Bos CIA ke Moskow Bawa Peri...
Terjawab! Komisi XI DPR Setujui Destry Damayanti Jadi Gubernur BI

Terjawab! Komisi XI DPR Setujui Destry Damayanti Jadi Gubernur BI

27 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.