Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rahasia Umur Panjang pada Kemampuan Sel Imun untuk Terus Beradaptasi

📅 Kamis, 27 Agu 2026, 07:33 WIB | Oleh:
Rahasia Umur Panjang pada Kemampuan Sel Imun untuk Terus Beradaptasi Doc: Dok. guinnessworldrecords
Ket. Orang tertua di dunia dan warga Inggris yang bertahan hidup paling lama sepanjang masa, Ethel Caterham, berusia 117 tahun.

MENCAPAI usia 110 tahun atau lebih merupakan pencapaian yang sangat jarang terjadi. Orang-orang yang mampu melewati usia tersebut dikenal sebagai supercentenarian. Selama ini, penelitian mengenai umur panjang banyak berfokus pada faktor genetik, pola hidup, lingkungan, serta kondisi kesehatan yang memungkinkan seseorang bertahan hidup hingga usia ekstrem.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ada aspek lain yang patut diperhatikan, yakni kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk tetap beradaptasi. Riset ini menemukan bahwa orang yang mencapai usia 110 tahun atau lebih memiliki jumlah sel imun tertentu yang jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok usia yang lebih muda.

Sel tersebut dikenal sebagai CD4 cytotoxic T lymphocytes (CD4 CTLs), kelompok sel T yang relatif langka tetapi memiliki kemampuan membunuh sel tertentu yang dianggap abnormal oleh sistem kekebalan tubuh.

CD4 CTL sebelumnya telah diketahui memiliki kemampuan untuk membunuh sel tumor pada sejumlah jenis kanker. Sel tersebut juga dapat berkembang biak secara cepat ketika tubuh menghadapi infeksi atau ancaman lainnya.

Penelitian yang diterbitkan pada 19 Agustus 2026 dalam jurnal Cell Reports menunjukkan bahwa kemampuan sel imun tersebut untuk berkembang dan beradaptasi mungkin tetap aktif pada manusia yang mencapai usia sangat lanjut.

Temuan itu sekaligus menantang pandangan bahwa penuaan sistem kekebalan tubuh selalu ditandai dengan penurunan kemampuan secara bertahap.

“Penuaan sistem kekebalan tubuh bukan sekadar proses penurunan,” kata Kosuke Hashimoto, associate professor di University of Osaka, Jepang, yang menjadi penulis pertama penelitian tersebut.

Menurut Hashimoto, ekspansi selektif dari jenis sel T tertentu menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh masih dapat melakukan penyesuaian terhadap berbagai tantangan yang muncul selama proses penuaan.

Menelusuri Kekebalan “Supercentenarian”

Untuk mengetahui karakteristik sistem imun pada orang berusia sangat lanjut, tim peneliti menganalisis sampel darah dari 28 orang. Para peserta dibagi menjadi tiga kelompok usia, yakni 70–99 tahun, 100–109 tahun, serta 110 tahun atau lebih.

Pembagian tersebut memungkinkan peneliti melihat perubahan proporsi CD4 CTL pada berbagai tahap usia lanjut. Hasilnya menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan jumlah CD4 CTL seiring bertambahnya usia.

Pada kelompok berusia 70–99 tahun, median proporsi CD4 CTL berada di sekitar 4 persen. Jumlah tersebut meningkat menjadi 9,6 persen pada peserta berusia 100–109 tahun. Pada kelompok yang mencapai usia 110 tahun atau lebih, proporsinya bahkan mencapai 17,6 persen.

Dengan demikian, terdapat peningkatan yang cukup mencolok pada proporsi sel tersebut pada kelompok usia ekstrem. Peneliti menduga ekspansi CD4 CTL dapat mulai menjadi lebih nyata ketika seseorang memasuki usia sekitar 100 tahun. Namun, hubungan antara usia dan jumlah sel tersebut tidak bersifat mutlak.

Salah satu peserta penelitian yang berusia kurang dari 100 tahun ternyata memiliki proporsi CD4 CTL paling tinggi di antara seluruh peserta. Fakta tersebut menunjukkan bahwa keberadaan CD4 CTL dalam jumlah besar kemungkinan tidak semata-mata ditentukan oleh usia kronologis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
Megapolitan
Polda Metro Jaya Bantu Pada...
Advertisement
Indonesia Resmi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Lengkap Timnas Garuda

Indonesia Resmi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Lengkap Timnas Garuda

16 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.