Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wabah Difteri Rambah Pemukiman Padat Nigeria

2 Rabu, 26 Agu 2026, 21:12 WIB | Oleh:
Wabah Difteri Rambah Pemukiman Padat Nigeria Wabah Difteri Rambah Pemukiman Padat Nigeria Doc: AFP/PIUS UTOMI EKPEI/Getty Images

ABUJA - Setidaknya 50 anak tewas dan beberapa lainnya dirawat di rumah sakit akibat wabah difteri di negara bagian Kano, Nigeria barat laut, kata badan legislatif negara bagian tersebut pada Selasa (25/8), menyerukan tindakan darurat yang cepat untuk membantu masyarakat yang terdampak.

Dewan Perwakilan Rakyat Negara Bagian Kano meminta pemerintah untuk menerapkan Undang-Undang Perlindungan Kesehatan negara bagian untuk mengatasi wabah tersebut dan mengarahkan komite kesehatannya untuk berkoordinasi dengan pihak berwenang terkait mengenai masalah kesehatan masyarakat yang memengaruhi beberapa daerah pemerintahan lokal.

Ibrahim Muhammad, anggota legislatif negara bagian yang mewakili Rano, salah satu wilayah pemerintah daerah yang terdampak, menyatakan dalam sidang pleno pada Selasa bahwa wabah tersebut sangat parah di komunitas Ridin dan Sabuwar Kaura, tempat sebagian besar kematian dilaporkan.

Dia menuturkan bahwa langkah-langkah darurat yang diambil sejauh ini masih terbatas, termasuk penyediaan obat-obatan dan pengerahan tenaga kesehatan, sehingga diperlukan lebih banyak upaya untuk mengendalikan penyebaran penyakit tersebut.

Anggota legislatif lainnya dalam sidang pleno tersebut menyebutkan wabah itu telah menyebar ke komunitas dan kota-kota lain di enam wilayah pemerintah daerah, termasuk Rano, Tudun Wada, Kibiya, Bunkure, Bebeji, dan Kiru.

Difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang menyerang saluran pernapasan bagian atas dan terkadang pada kulit. Bakteri itu juga menghasilkan racun yang dapat merusak jantung dan saraf.

Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2025, sedikitnya 884 kematian akibat difteri dilaporkan dalam wabah yang melanda sekitar 240 wilayah pemerintah daerah di 30 dari 36 negara bagian di Nigeria.

WHO sebelumnya telah mendesak Nigeria untuk meningkatkan cakupan vaksinasi hingga setidaknya 80 persen guna memastikan perlindungan komunitas dan mencegah terjadinya wabah di masa mendatang di negara tersebut.

Di Nigeria, lebih dari 2 juta anak belum mendapatkan imunisasi lengkap, termasuk mereka yang sama sekali belum pernah menerima dosis vaksin, yang menyoroti tingginya risiko penyebaran lebih lanjut. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.