Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB: Dunia Harus Mengendalikan Senjata Otonom

31 Rabu, 26 Agu 2026, 02:15 WIB | Oleh:
PBB: Dunia Harus Mengendalikan Senjata Otonom PBB: Dunia Harus Mengendalikan Senjata Otonom Doc: AFP/ LOUAI BESHARA
Ket. Antonio Guterres

JENEWA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Palang Merah Internasional pada Selasa (25/8) memperingatkan bahwa dunia saat ini sangat dekat dengan masa depan di mana senjata otonom yang disebut-sebut sebagai "robot pembunuh", dapat menargetkan manusia dan mengeluarkan seruan mendesak untuk regulasi internasional.

Peringatan ini menyusul seruan pada tahun 2023 dari Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dan Mirjana Spoljaric, presiden Komite Internasional Palang Merah, agar negara-negara menetapkan larangan dan pembatasan khusus terhadap teknologi yang berkembang pesat ini pada tahun ini.

"Hari ini kami memperbarui seruan ini dengan urgensi yang lebih besar," kata mereka dalam pernyataan bersama seraya menambahkan bahwa meskipun kekhawatiran mendasar mereka tetap tidak berubah, namun risikonya telah meningkat"

"Kita sekarang berada sangat dekat dengan batas moral yang berbahaya: penargetan manusia secara otonom oleh mesin," demikian peringatan mereka.

Sistem senjata otonom yang mematikan umumnya dipahami sebagai sistem senjata yang memilih target dan menerapkan kekuatan tanpa campur tangan manusia.

Hingga saat ini memang belum ada penggunaan senjata otonom sepenuhnya yang terkonfirmasi. Namun dengan meningkatnya ketegangan global dan konflik yang berkecamuk di Timur Tengah dan Ukraina, di mana peperangan drone telah menjadi ciri utama medan perang, kekhawatiran muncul bahwa hal itu dapat segera terjadi.

Saat ini belum ada perjanjian khusus mengenai senjata otonom dan senjata yang didukung kecerdasan buatan.

"Sistem senjata otonom bukanlah bagian dari masa depan yang jauh: perlombaan menuju otonomi yang lebih besar dalam sistem senjata sudah berlangsung," lapor AFP mengutip pernyataan dari Guterres dan Spoljaric.

"Generasi mendatang akan bertanya apakah para pemimpin bertindak ketika masih ada kesempatan untuk menetapkan batasan sebelum senjata-senjata ini menyebar di luar kendali."

Mereka pun menyoroti bahwa para ilmuwan dan insinyur yang terlibat dalam pengembangan sistem tersebut, dalam banyak kasus telah menyuarakan keprihatinan mereka. "Ketika para arsitek teknologi ini menyerukan pembatasan, negara tidak bisa hanya bersikap pasif," kata mereka.

Diskusi soal hal ini telah berlangsung selama satu dekade mengenai kemungkinan perjanjian di masa depan yang mengatur penggunaan senjata otonom. Setelah tiga tahun berdiskusi, negara-negara akan memutuskan pada November mendatang apakah akan memulai negosiasi perjanjian secara penuh.

Para petinggi PBB dan Palang Merah Internasional pun menyerukan keberanian politik dengan mengatakan bahwa kegagalan untuk bertindak cepat dan tegas akan merenggut nyawa. Mereka mengatakan bahwa kebutuhan akan aturan yang jelas dan terdefinisi sangat mendesak, seraya menegaskan bahwa inovasi harus melayani umat manusia, bukan untuk membahayakannya. SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Daerah
Stok Berkurang, Harga Jual ...
Daerah
Dinas Perdagangan Kota Mata...

Persela Raih Kemenangan Atas Persipura

47 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Persela Raih Kemenangan Ata...
Daerah
Perum Bulog Papua Perketat ...
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.