Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nepal Siaga Satu Gempuran Ganda Banjir Bandang dan Longsor Rusak Wilayah Perbatasan

📅 Rabu, 26 Agu 2026, 21:22 WIB | Oleh:
Nepal Siaga Satu Gempuran Ganda Banjir Bandang dan Longsor Rusak Wilayah Perbatasan Doc: AFP

KATHMANDU - Sedikitnya 384 orang wisatawan dan pelancong dilaporkan hilang setelah banjir bandang dahsyat memicu longsor lumpur di dekat perbatasan Nepal-Tiongkok. Sementara delapan orang telah dipastikan tewas dalam musibah itu, kata Dewan Pariwisata Nepal, Rabu (26/8).

Pihak berwenang setempat “sedang berupaya memverifikasi keberadaan dan kondisi keselamatan para wisatawan dan pelancong yang berada atau sedang melakukan perjalanan melalui wilayah terdampak itu”, kata badan tersebut dalam pernyataannya.

Bencana itu terjadi sekitar pukul 08.30 waktu setempat (09.45 WIB). Sejumlah kantor polisi, kantor bea cukai, dan rumah warga tersapu banjir. Pihak berwenang memperkirakan masih banyak orang yang hilang.

Operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran digelar di kedua sisi perbatasan tersebut.

Mereka yang dilaporkan hilang itu berasal dari Nepal, India, Inggris, Afrika Selatan, Australia, dan Belanda. Sementara, kewarganegaraan dari banyak korban lainnya masih belum dapat dikonfirmasi.

Kepolisian Nepal mengatakan delapan jenazah ditemukan di Distrik Nuwakot dan Dhading.

Kantor berita Xinhua melaporkan longsor terjadi di dekat Pelabuhan Gyirong, salah satu pelabuhan darat utama yang menghubungkan kedua negara, di Daerah Otonomi Xizang, Tiongkok barat daya, yang juga dikenal sebagai Tibet.

Sejumlah orang dilaporkan hilang dalam bencana tersebut. Longsor memutus akses jalan menuju pelabuhan dari sisi Tiongkok serta jaringan komunikasi dan pasokan listrik, lapor Biro Manajemen Darurat Kabupaten Gyirong di Kota Xigaze.

Peringatan darurat dikeluarkan bagi masyarakat di wilayah hilir hingga Chitwan, distrik yang berbatasan dengan India.

Pihak berwenang mengerahkan tim penyelamat, termasuk helikopter. Personel lembaga keamanan negara dan warga setempat turut bergabung dalam operasi pencarian dan penyelamatan.

Juru bicara Pasukan Kepolisian Bersenjata Nepal Shailendra Thapa mengatakan banjir dan kerusakan tersebut kemungkinan disebabkan oleh jebolnya danau glasial di atas Sungai Bhotekoshi.

Di Katmandu, rumah sakit pemerintah dan fasilitas kesehatan yang dikelola lembaga keamanan disiapkan untuk menampung korban luka akibat bencana.

Rapat kabinet darurat sedang berlangsung, sementara Menteri Dalam Negeri Sudhan Gurung bersiap memberikan laporan kepada parlemen mengenai korban dan kerusakan di wilayah terdampak.

Kawasan Rasuwagadhi merupakan jalur wisatawan menuju wilayah Langtang, salah satu destinasi pendakian paling populer di Nepal. Jalur tersebut juga menjadi jalan bagi pelancong menuju Gunung Kailash dan Danau Mansarovar di Tiongkok. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...

Kantor Summarecon Digeledah KPK.

2 jam lalu | Yebdi Trismar

Nasional
Kantor Summarecon Digeledah...
Advertisement
Daftar Event Jakarta Akhir Pekan 19-20 September 2026, Banyak yang Gratis

Daftar Event Jakarta Akhir Pekan 19-20 September 2026, Banyak yang Gratis

18 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.