Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenhut Kerahkan 5.000 ASN Bantu Penanganan Karhutla

📅 Rabu, 26 Agu 2026, 10:57 WIB | Oleh:
Kemenhut Kerahkan 5.000 ASN Bantu Penanganan Karhutla Doc: Dok RRI/Berau Coal

JAKARTA - Kementerian Kehutanan mengerahkan sekitar 5.000 ASN untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan. Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Ditjen Gakkum Kementerian Kehutanan, Thomas Nifinluri, mengatakan personel akan diperbantukan melalui mekanisme BKO.

Penguatan personel dilakukan untuk mendukung operasi penanganan karhutla di sejumlah wilayah rawan. Penambahan kekuatan tersebut difokuskan terutama untuk operasional lapangan di Sumatera dan Kalimantan.

“Semua ASN di Kementerian Kehutanan sekitar 5.000 orang akan di-BKO-kan. Mereka akan membantu operasional lapangan di Sumatera dan Kalimantan,” kata Thomas, Selasa (25/8).

Penguatan personel dilakukan karena penanganan karhutla membutuhkan dukungan pasukan yang lebih besar. Selain personel, Kementerian Kehutanan juga memperkuat sarana dan prasarana operasional.

Saat ini jumlah personel Manggala Agni di seluruh Indonesia mencapai 2.515 orang. Personel tersebut tersebar dalam 34 daerah operasi di berbagai wilayah Indonesia.

“Sebanyak 34 daerah operasi terdiri dari 17 di Sumatera dan 13 di Kalimantan. Empat daerah operasi lainnya berada di Sulawesi,” lanjut dia.

Thomas menyebut sekitar 902 personel Manggala Agni saat ini berada di wilayah Sumatera. Sementara itu, sekitar 757 personel lainnya bertugas di Kalimantan.

“Sekarang konsentrasinya berada di Sumatera dan Kalimantan. Kurang lebih di Sumatera ada 902 personel dan Kalimantan 757 personel,” kata dia.

Kementerian Kehutanan juga mengirim tambahan personel dari wilayah lain untuk memperkuat operasi di Kalimantan Barat. Pengiriman tersebut dilakukan karena kebutuhan pasukan dan sarana pendukung semakin meningkat.

“Dari Manggala Agni, daops Sulawesi dikirimkan satu regu 15 orang. Dari wilayah Jawa, Bali, dan Nusra juga 15 orang ditempatkan di Kalimantan Barat,” ujar Thomas.

Thomas menjelaskan kondisi lapangan menjadi tantangan dalam pelaksanaan respons cepat terhadap karhutla. Sebagian lokasi kebakaran berada di kawasan terpencil dengan akses yang sulit dijangkau.

“Rata-rata kejadian kebakaran hutan itu berada di lokasi yang remote dan aksesnya sulit. Teman-teman memang harus bergerak cepat untuk mencapai lokasi kebakaran,” ucap dia.

Penguatan personel diharapkan mempercepat penanganan karhutla di wilayah rawan. Kementerian Kehutanan juga terus mengoptimalkan dukungan sarana untuk menunjang operasi pemadaman. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi yang sering berinteraksi dengan sektor distribusi ...
  • Industri Halal Dinilai Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.
    Preview komentar:
    Membaca ulasan komprehensif ini memberikan perspektif baru yang ...
  • Guangdong Melirik Industri Motor Listrik Indonesia, Ada Potensi Besar!
    Preview komentar:
    Artikel yang sangat informatif mengenai potensi elektrifikasi kendaraan; ...
Advertisement
injourney
Megapolitan
Dinsos Tangsel Ungkap 5.127...
Nasional
Kemenhut Kerahkan 5.000 ASN...
Muktamar NU ke-35 Dikawal Ketat! PBNU Pasang 100 Lebih CCTV untuk Pengamanan

Muktamar NU ke-35 Dikawal Ketat! PBNU Pasang 100 Lebih CCTV untuk Pengamanan

26 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.