Gamelan Baru Perkuat Aktivitas Seni di Tiga Kalurahan Bantul
📅 Kamis, 24 Sep 2026, 22:45 WIB | Oleh: Eko SBANTUL – Keterbatasan perangkat latihan menjadi salah satu kendala pengembangan kegiatan seni di sejumlah kalurahan di Kabupaten Bantul. Kondisi itu mendapat perhatian pemerintah daerah dengan menyerahkan tiga set gamelan kepada Kalurahan Mangunan, Karangtengah, dan Wijirejo.
Ketiga kalurahan tersebut merupakan wilayah yang berstatus sebagai kalurahan rintisan desa budaya. Penyerahan perangkat gamelan dilakukan di Kalurahan Wijirejo, Kapanewon Pandak, Kamis (24/9/2026).
Kepala Bidang Adat Tradisi, Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, Heri Maryanto, mengatakan ketiga wilayah tersebut memiliki beragam potensi seni budaya. Namun, pengembangannya masih menghadapi persoalan ketersediaan fasilitas, khususnya perangkat gamelan yang memadai.
“Sebagaimana kita ketahui bersama, Kalurahan Mangunan, Kalurahan Karangtengah, dan Kalurahan Wijirejo saat ini berstatus sebagai kalurahan rintisan desa budaya. Ketiga kalurahan tersebut memiliki potensi seni budaya yang beragam, namun terkendala keterbatasan sarana-prasarana, terutama gamelan yang layak,” kata Heri.
Gamelan yang diserahkan masing-masing berupa satu set dengan bahan kuningan. Perangkat tersebut memiliki laras pelog-slendro dan dibuat dengan gagrak Ngayogyakarta Hadiningrat. Material logam kuningan dipadukan dengan rancangan berbahan kayu berkualitas.
Menurut Heri, penyediaan perangkat kesenian tersebut berkaitan dengan upaya pemerintah daerah memperkuat kegiatan kebudayaan di kalurahan sekaligus mendukung pilar keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Pengadaan gamelan ini merupakan wujud nyata dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bantul dalam mendukung pilar keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta serta untuk memperkuat fondasi kalurahan rintisan desa budaya,” ujarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, Yanatun Yunadiana, meminta perangkat tersebut tidak hanya disimpan sebagai inventaris kalurahan. Fasilitas itu diharapkan bisa dipakai bersama, terutama oleh kelompok seni yang selama ini kesulitan memperoleh tempat dan perangkat untuk berlatih.
“Kami harapkan juga bahwa dengan adanya hibah gamelan ini, gamelan ini bisa dimanfaatkan. Yang pertama bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, karena kami tahu banyak sekali kelompok-kelompok seni yang ada di wilayah itu tidak punya sarana-prasarana untuk latihan, terutama gamelan,” ujarnya.
Untuk menghindari penggunaan yang tidak teratur, pengelola rintisan desa budaya diminta membuat jadwal pemakaian. Dengan begitu, kelompok seni yang membutuhkan dapat memperoleh kesempatan menggunakan perangkat tersebut.
Yanatun juga mengingatkan bahwa pemberian hibah diikuti dengan tanggung jawab untuk menjaga kondisi perangkat. Gamelan perlu dirawat agar tetap dapat digunakan dalam jangka panjang dan seluruh bagiannya tetap terjaga.
“Dengan adanya hibah gamelan ini kita harapkan menguat nanti pengelola Rintisan Budaya bisa membuat jadwal penggunaan gamelan yang ada di kalurahan ini. Karena yang kedua, selain bisa dimanfaatkan, yang kedua adalah bisa dirawat,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!