Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Lamban Implementasikan Cadangan Penyangga Energi

📅 Kamis, 24 Sep 2026, 03:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Lamban Implementasikan Cadangan Penyangga Energi Doc: istimewa
Ket. Dewan Energi Nasional (DEN)

JAKARTA - Dewan Energi Nasional (DEN) menyatakan terus mendorong peningkatan produksi dan mendiverifikasi produk untuk ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor melalui percepatan pembentukan cadangan penyangga energi (CPE). 

Anggota Pemangku Kepentingan DEN, Muhammad Kholid Syeirazi saat mengikuti kegiatan sosialisasi kebijakan energi di Jambi, Rabu (23/9) mengatakan untuk menekan angka impor minyak dan gas, pemerintah perlu meningkatkan aktivitas lifting produksi dalam negeri secara berkelanjutan.

“Agar kita tidak bergantung pada impor, kita harus menambah produksi, baik fosil maupun nonfosil. Untuk minyak dan gas, berarti kita meningkatkan lifting,” katanya.

DEN paparnya serius menyiapkan pembentukan cadangan penyangga energi sebagai mandat regulasi untuk memperkuat ketahanan nasional. Hal itu karena selama ini, cadangan yang ada baru sebatas cadangan operasional yang dikelola oleh badan usaha.

Sesuai target, Indonesia diharapkan memiliki CPE hingga 30 hari setara impor pada 2035, dengan kondisi ideal mencapai 60 hingga 90 hari.

“Dalam waktu dekat, DEN berupaya agar CPE ini segera 'pecah telur'. Tahap awal mungkin dimulai dari lima hingga 10 hari terlebih dahulu, sebelum bertahap ditingkatkan hingga mencapai target ideal,” katanya.

Cadangan LPG Turun

Menanggapi pernyataan itu, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan Pemerintah lamban dalam mengimplementasikan Cadangan Penyangga Energi (CPE) meski payung hukumnya sudah ada sejak dua tahun lalu. Padahal, CPE sangat urgent untuk mengamankan pasokan energi nasional di tengah tingginya kebergantungan impor, terutama LPG dan BBM.

“Konsep CPE pertama kali diformalkan lewat Perpres Nomor 96 Tahun 2024 tentang Cadangan Penyangga Energi yang diundangkan 2 September 2024. Beleid ini kemudian diperkuat PP No. 40 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Energi. Meski regulasinya sudah dua tahun berjalan, secara fisik CPE belum benar-benar terbangun,” kata Fabby.

Ia pun menyoroti menipisnya ketahanan pasokan LPG. Berdasarkan data yang dihimpun IESR, jumlah hari cadangan operasional LPG turun dari 17,2 hari pada 2023 menjadi 15,3 hari pada 2024, sempat naik tipis ke 15,8 hari pada 2025, lalu anjlok lagi ke sekitar 12,8 hari pada April 2026. Padahal kebergantungan impor LPG mencapai sekitar 80 persen.

“Jadi bisa dikatakan, pemerintah sendiri lamban mengimplementasikan ketentuan ini,” tegasnya.

Fabby pun mendorong DEN untuk lebih aktif, tidak hanya mendorong peningkatan lifting migas, tetapi juga memastikan pembangunan infrastruktur fisik CPE.

“Dalam hal ini DEN perlu lebih aktif mendorong pemerintah membangun infrastruktur yang diperlukan untuk memperkuat CPE, khususnya untuk BBM dan LPG,” kata Fabby.

Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Jambi (Unja) Prof Hafrida menegaskan pihaknya siap mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional melalui pengembangan penelitian serta kolaborasi antarlembaga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.