Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

2,4 Juta Lansia Terkena ISPA Selama Januari-Agustus 2026

📅 Kamis, 24 Sep 2026, 22:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
2,4 Juta Lansia Terkena ISPA Selama Januari-Agustus 2026 Doc: Antara
Ket. Petugas kesehatan menyuntikan vaksin meningitis dan infuenza kepada seorang calon haji Kota Banda Aceh di Puskesmas Ulee Kareng, Banda Aceh, Aceh, Selasa (10/2/2026).

Jakarta - Kementerian Kesehatan mengatakan, lebih dari 2,4 juta lansia tercatat mengalami ISPA sepanjang Januari—Agustus 2026, sehingga perlindungan melalui vaksinasi influenza tahunan perlu diperluas terutama di wilayah padat penduduk guna menekan risiko komplikasi pada lansia.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi mengatakan, Influenza pada lansia adalah sebuah ancaman yang kerap luput dari perhatian publik, padahal dampaknya bisa sangat serius.

Lansia merupakan kelompok usia yang paling rentan terhadap penyakit pernapasan karena sistem imun yang melemah, fungsi organ yang menurun, serta adanya penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan jantung.

"Ketika influenza menyerang, risiko komplikasi seperti pneumonia meningkat tajam, dan hal ini dapat berujung pada kematian bila tidak segera ditangani," ujar Imran.

Dia menyebutkan bahwa beban penyakit kronis yang lebih tinggi, seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas, memperbesar efek polusi, sementara penggunaan obat tertentu membuat mereka lebih sensitif terhadap perubahan oksigenasi dan tekanan darah.

"Kombinasi faktor penyakit kronis, keterbatasan fungsional, dan penurunan kognisi ini menjadikan influenza pada lansia bukan sekadar penyakit musiman, tetapi ancaman serius yang dapat menurunkan kualitas hidup dan martabat mereka," katanya.

Polanya jelas, katanya, di mana kasus influenza melonjak di awal tahun, menurun pada pertengahan, lalu kembali naik di bulan Agustus. Tren ini sejalan dengan laporan media massa yang menyebutkan adanya lonjakan kasus influenza A, termasuk subtipe H3N2 yang dikenal sebagai “super flu”, pada September 2026.

Secara global, katanya, WHO memperkirakan influenza musiman menyebabkan 290 ribu hingga 650 ribu kematian per tahun, dengan proporsi terbesar terjadi pada lansia.

Influenza, katanya, adalah salah satu jenis infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang khusus disebabkan oleh virus influenza tipe A, B, atau C, dengan gejala khas seperti demam tinggi mendadak, batuk kering, nyeri otot, dan kelelahan.

"Jadi, influenza termasuk dalam kategori ISPA, tetapi tidak semua ISPA adalah influenza. Influenza lebih menular dan berpotensi fatal, terutama bagi lansia dan kelompok dengan penyakit kronis, sehingga perlu perhatian khusus dalam pencegahan dan penanganannya," katanya.

Provinsi padat penduduk seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta, dan Banten menjadi episentrum kasus, dengan angka mencapai puluhan ribu lansia setiap bulan.

"Meski jumlah kasus lansia lebih kecil dibanding dewasa, risiko komplikasi jauh lebih besar. Contoh di Aceh Januari 2026, dari 2.902 kasus lansia, 35 di antaranya adalah pneumonia — angka yang tampak kecil, tetapi berpotensi fatal," ujarnya.

Menurutnya, panjang umur seharusnya berarti panjang pula masa sehat. Influenza pada lansia bukan sekadar penyakit musiman, melainkan ancaman yang dapat menurunkan kualitas hidup dan martabat mereka.

Dia menilai, dengan langkah sederhana seperti vaksinasi, perhatian keluarga, dan dukungan komunitas, lansia bisa dijaga agar tetap sehat, mandiri, dan produktif, sehingga mereka dapat terus berkontribusi dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Daerah
Lebih Cermat Lagi Belanja D...
Luar Negeri
Indonesia Dorong ACAFTA Buk...
Advertisement
Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.