Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani MAJU Summit 2026 Digelar, Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Pertanian Tumbuh

📅 Rabu, 23 Sep 2026, 09:28 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Petani MAJU Summit 2026 Digelar, Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Pertanian Tumbuh Doc: istimewa
Ket. Gelaran Indonesia Petani MAJU Summit di Jakarta, Selasa (22/9). Ini bagian dari Festival Padi Petani MAJU 2026, yang berlangsung pada 22–24 September 2026

JAKARTA-Mewujudkan kedaulatan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang mampu menghubungkan kebijakan, riset, inovasi, dan kebutuhan nyata petani di lapangan. Semangat inilah yang menjadi landasan Indonesia Petani MAJU Summit 2026, yang mempertemukan pemerintah, legislator, peneliti, pelaku industri, serta petani dalam satu ruang dialog untuk memperkuat sinergi bagi kemajuan pertanian Indonesia.

Indonesia Petani MAJU Summit menjadi platform dialog lintas sektor untuk membahas bagaimana kebijakan, riset, inovasi, dan kolaborasi dapat diterjemahkan menjadi solusi yang relevan bagi petani sekaligus mendukung agenda pangan nasional.

Mengusung tema “Sinergi Kebijakan, Riset, dan Inovasi Demi Mendukung Kedaulatan Pangan”, forum ini menghadirkan perspektif dari Duta Besar Swiss untuk Indonesia Konstantin Obolensky, anggota Komisi IV DPR RI Dr. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A.A. Teguh Sambodo, Direktur Perbenihan Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN Puji Lestari, Principle Scientist, Head - Rice Genetic Design & Validation Unit IRRI Prof. Dr. Inez Slamet-Loedin, serta perwakilan petani H. Sardi.

Keberagaman perspektif tersebut memperlihatkan bahwa kemajuan pertanian tidak dapat dibangun oleh satu sektor saja. Kebijakan membutuhkan landasan penelitian, penelitian perlu diterjemahkan menjadi inovasi yang dapat diterapkan, dan inovasi pada akhirnya harus menjawab kebutuhan serta memberikan manfaat nyata bagi petani.

Mendorong Ekosistem Inovasi dan Keberlanjutan

Dalam keynote-nya, Duta Besar Swiss untuk Indonesia Konstantin Obolensky menekankan pentingnya dukungan terhadap berbagai inisiatif yang dapat membantu industri lokal mengembangkan inovasi sekaligus mendorong penerapan praktik-praktik keberlanjutan.

Perspektif tersebut memperkuat pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menciptakan ekosistem yang memungkinkan inovasi berkembang dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan yang berkelanjutan.

Bagi sektor pertanian, inovasi tidak hanya berkaitan dengan teknologi baru, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan praktik pertanian.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Dr. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari menyoroti peran parlemen dalam memastikan kebijakan pangan dan pertanian berjalan secara efektif melalui fungsi legislasi, penganggaran, pengawasan, serta monitoring.

Menurutnya, penelitian dan inovasi perlu menjadi fondasi utama dalam penyusunan dan implementasi kebijakan pertanian. Hal ini menegaskan pentingnya membangun jembatan antara penelitian dan pengembangan dengan kebutuhan nyata sektor pertanian, sehingga kebijakan dan inovasi dapat memberikan dampak yang lebih terukur bagi petani.

Dari perspektif pembangunan nasional, Deputi Bappenas Leonardo A.A. Teguh Sambodo mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara agraris dan sektor pertanian akan tetap memiliki peran penting dalam perjalanan pembangunan nasional.

“Negara kita negara agraris dan pertanian tidak akan pernah mati,” ujar Teguh Sambodo.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa pertanian bukan hanya sektor yang berperan dalam menyediakan pangan, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan perekonomian, pembangunan wilayah, lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat.

60 Tahun Bersama Petani, Terus Melangkah Bersama

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Harga Cabai Rawit Rp105.300/Kg, Telur Ayam Rp29.700/Kg

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp105.300...
Megapolitan
Hingga Awal 2027, Stok Pupu...
Ekonomi
Mentrans Tawarkan Kolaboras...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.