Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Satwa Pelacak Dikerahkan Polda Sumbar, Bantu Cari Korban Banjir Bandang Solok

📅 Kamis, 24 Sep 2026, 21:02 WIB | Oleh:
Satwa Pelacak Dikerahkan Polda Sumbar, Bantu Cari Korban Banjir Bandang Solok Doc: Antara Foto
Ket. Satwa pelacak milik Polda Sumbar melakukan pencarian korban banjir bandang di Solok, Kamis (24/9).

Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) menurunkan satwa pelacak untuk membantu proses pencarian korban banjir bandang yang terjadi di Solok pada Senin (21/9) malam.

"Hari ini satwa pelacak terlatih Polda Sumbar dikerahkan untuk meningkatkan efektivitas pencarian korban di lokasi," kata Direktur Samapta Polda Sumbar AKBP Andre Anas, di Padang, Kamis.

Ia mengatakan ketika sampai di Solok satwa pelacak itu langsung diturunkan untuk menyusuri area bencana dengan titik poin dari belakang Kantor Bupati Solok.

Menurutnya satwa pelacak yang dilibatkan dalam operasi pencarian korban itu sebanyak dua ekor K9 jenis herder spesifikasi SAR, empat personel terlatih, dan dua unit kendaraan khusus.

Tim memulai pencarian dengan menyisir kawasan kantor Bupati Solok sebagai titik terdampak parah, kemudian lanjut menyusuri jalur aliran air bah.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menerangkan pengerahan Satwa K9 (anjing pelacak) merupakan bentuk respons cepat Kepolisian untuk membantu proses pencarian secara optimal di medan yang sulit dijangkau.  

Hingga Kamis siang proses pencarian masih terus dilakukan oleh satwa pelacak bersama-sama dengan tim gabungan dari berbagai instansi dan lembaga, namun belum membuahkan hasil.

Berdasarkan data awal dampak kejadian bencana banjir bandang di Solok, jumlah warga yang dilaporkan hilang ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Padang sebanyak dua orang.

Pada Selasa (22/9) atau tepatnya sehari setelah kejadian, satu korban berhasil ditemukan oleh tim gabungan di aliran sungai dalam keadaan meninggal dunia.

Jika berpijak pada data awal maka jumlah korban yang statusnya masih dalam pencarian saat ini tersisa satu orang, sementara korban lain yang mengalami luka0luka masih dirawat di rumah sakit.

Bencana banjir bandang menerjang kawasan Arosuka, Solok pada Senin (21/9) malam dan menimbulkan berbagai dampak setelah bencana.

Dampaknya terjadi pada sejumlah fasilitas perkantoran pemerintah, sedikitnya 11 kantor dinas mengalami dampak kerusakan cukup berat.

Pemerintah Kabupaten Solok kini telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan terhitung sejak 22 September 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.