Pemkot Yogyakarta Waspadai Influenza Tipe A, Delapan Sampel Masih Diuji
📅 Kamis, 24 Sep 2026, 22:35 WIB | Oleh: Eko SYOGYAKARTA – Sebanyak delapan sampel yang diduga berkaitan dengan influenza tipe A tengah menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Hingga Kamis (24/9/2026), belum ada satu pun sampel tersebut yang dipastikan sebagai kasus influenza tipe A. Pemerintah daerah pun meminta fasilitas kesehatan meningkatkan kewaspadaan terhadap pasien dengan gejala influenza yang berlangsung lebih lama.
Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu, mengatakan pemeriksaan masih diperlukan untuk memastikan dugaan tersebut. Ia menegaskan, kasus influenza tipe A belum dapat dinyatakan ada di Kota Yogyakarta karena hasil pemeriksaan belum memastikan hal itu.
Menurut Endang, influenza tipe A bukan penyakit baru di Kota Yogyakarta. Kasus serupa pernah ditemukan pada tahun-tahun sebelumnya, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Namun, jumlah kasusnya tidak banyak dan pasien yang mengalaminya dapat sembuh.
“Gejala influenza tipe A ini berupa demam tinggi mendadak, disertai menggigil, nyeri otot, sendi dan seluruh tubuh, sakit tenggorokan, sakit kepala, kelelahan, pilek dan hidung tersumbat. Yang membedakan dengan flu biasa, gejala influenza A lebih lama, tiga sampai empat hari. Apabila mengalami gejala-gejala ini segera ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas,” terang Endang saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2026).
Ia menyebut influenza A yang saat ini diduga beredar di Indonesia merupakan tipe H1N1. Virus tersebut dapat menyebar melalui droplet ketika orang yang terinfeksi berbicara, batuk, atau bersin. Penularan juga memungkinkan terjadi melalui benda yang terkontaminasi, kemudian virus berpindah ketika seseorang menyentuh mulut, hidung, atau mata.
Kondisi tersebut membuat Pemkot Yogyakarta meminta puskesmas tidak hanya melakukan penanganan rutin terhadap pasien yang datang dengan keluhan flu. Pemeriksaan awal dan mekanisme rujukan perlu diperkuat untuk menemukan kemungkinan kasus yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan perhatian khusus perlu diberikan apabila keluhan batuk, pilek, dan demam tidak kunjung membaik. Ia mengingatkan bahwa strain virus influenza dapat berubah sehingga perubahan gejala perlu dicermati oleh tenaga kesehatan.
“Saya sudah sampaikan ke Dinas Kesehatan supaya kita waspada di puskesmas-puskesmas ketika ada yang batuk pilek agak lama, demam tinggi terus lebih dari dua minggu,” kata Hasto ditemui usai sosialisasi JPD di Balai Kota Yogyakarta, kemarin.
Hasto yang juga berprofesi sebagai dokter menjelaskan, influenza yang umum menyerang saluran pernapasan bagian atas atau ISPA. Kondisinya berbeda apabila infeksi telah mengenai saluran pernapasan bagian bawah, sebagaimana dapat terjadi pada Covid-19.
Karena itu, pasien dengan keluhan yang tidak kunjung membaik perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pemeriksaan tidak berhenti pada pemeriksaan rutin, tetapi dapat dilanjutkan dengan pengambilan swab dan pemeriksaan laboratorium.
“Kita kuatkan di puskesmas pelayanan dasarnya, yaitu sistem skrining awal kemudian sistem rujukan. Artinya deteksi dini, ketika ada gejala seperti itu segera dirujuk. Skrining berdasarkan kronis atau akut. Jadi kalau kronis itu agak lama, tidak sembuh-sembuh, itu menjadi salah satu skrining,” paparnya.
Pemkot juga memastikan fasilitas pemeriksaan tetap siap apabila nantinya ditemukan pasien yang memerlukan pemeriksaan lebih spesifik. Menurut Hasto, rumah sakit besar di Kota Yogyakarta telah memiliki fasilitas PCR. Ketersediaan sarana untuk membawa spesimen menuju lokasi pemeriksaan juga tidak menjadi persoalan.
Di sisi lain, Endang mengatakan masyarakat tidak perlu panik menghadapi peningkatan kasus influenza. Pencegahan tetap dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan dan kesehatan sehari-hari. Obat-obatan untuk meredakan gejala influenza juga disebut tersedia dalam jumlah cukup.
“Kami edukasi ke masyarakat agar kembali ke PHBS. Paling penting cuci tangan pakai sabun, memakai masker, makan makanan yang bergizi, olah raga dan jika mengalami gejala segera memeriksakan diri ke faskes,” tutupnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!