Amerika Serikat Perkuat Kapasitas Militer Sekutu
📅 Kamis, 24 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim PenulisNEW YORK – Rencana Pemerintah Amerika Serikat (AS) meningkatkan pengiriman amunisi dan rudal kepada sejumlah negara sekutu berpotensi memperkuat kapasitas pertahanan negara-negara tersebut sekaligus meningkatkan dinamika keamanan global. Langkah ini juga dikhawatirkan dapat memengaruhi ketegangan geopolitik dan memperbesar perhatian terhadap risiko eskalasi konflik di berbagai kawasan.
Dalam pidato di Sidang Majelis Umum PBB, New York, Selasa (22/9) waktu setempat, Presiden AS Donald Trump mengatakan pemerintahannya akan meningkatkan pengiriman amunisi dan rudal kepada sejumlah negara sekutu. "Selain itu, dalam waktu yang sangat dekat, pabrik-pabrik amunisi berskala besar akan mulai beroperasi," kata dia.
Trump menambahkan bahwa saat ini terdapat 18 pabrik yang sedang dibangun oleh beberapa perusahaan pertahanan terbesar di dunia. "Pembangunan tersebut hampir selesai, dan pembangunan yang cepat itu memungkinkan pengerahan berbagai jenis rudal dan amunisi dengan sangat cepat, sehingga kami dapat memasok sekutu kami dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan saat ini," kata Trump di hadapan Sidang Majelis Umum PBB.
Rangkaian Sidang Ke-81 Majelis Umum PBB secara resmi dibuka di New York pada 8 September 2026. Pekan Tingkat Tinggi biasanya digelar sebagai bagian dari rangkaian Sidang Majelis Umum PBB. Selain itu, debat umum dijadwalkan berlangsung pada 22-26 September dan 28 September 2026.
Terkait konflik di Timur Tengah, Trump mengatakan konflik antara AS dengan Iran bisa saja berakhir sebelum pemilu sela AS pada November mendatang. "Kami berpendapat bahwa situasi dengan Iran bisa berakhir tepat setelah pemilihan sela dan mungkin, bahkan, sebelum itu," kata Trump.
AS dijadwalkan menggelar pemilu sela untuk Kongres AS pada 3 November, yang menurut para analis, Partai Republik berpotensi kalah suara atas kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS dari Partai Demokrat.Para analis mengaitkan potensi hilangnya mayoritas suara Partai Republik di Kongres AS itu disebabkan oleh menurunnya tingkat dukungan terhadap pemerintahan Trump di tengah kampanye militer melawan Iran, serta kenaikan harga.
Awal Konflik
Pada 28 Februari 2026, AS dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran, termasuk di Ibu Kota Teheran, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan serangan serupa. Pada pertengahan Juni, Iran dan AS menandatangani nota kesepakatan untuk mengakhiri permusuhan, tapi tak lama kemudian kedua pihak kembali saling melancarkan serangan. Saat ini, konflik AS-Iran masih belum terselesaikan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Selasa (22/9) waktu New York, mendesak agar permusuhan di Timur Tengah segera dihentikan dan meminta para pemimpin dunia yang hadir di Sidang Majelis Umum PBB agar memanfaatkan platform PBB sebagai sarana dialog. Guterres juga menyerukan pemberian akses bagi bantuan kemanusiaan dan pengembalian hak-hak dan kebebasan navigasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!