Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Meski Krisis Lahan Makam, DPRD DKI Tidak Anggarkan di APBD Perubahan 2026

📅 Rabu, 23 Sep 2026, 16:02 WIB | Oleh:
Meski Krisis Lahan Makam, DPRD DKI Tidak Anggarkan di APBD Perubahan 2026 Doc: ANTARA/HO-DPRD DKI Jakarta
Ket. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike.

JAKARTA -- Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mengatakan pembelian lahan makam di Jakarta belum dapat dilakukan pada tahun ini karena waktu pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026 yang sangat terbatas. 

"Untuk pembelian lahan baru, itu belum ada. Makam tidak jadi, tidak dianggarkan," ujar Yuke di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan pengadaan lahan membutuhkan sejumlah tahapan, mulai dari kajian, penetapan lokasi hingga proses pengadaan.

Tahapan tersebut dinilai sulit diselesaikan dalam sisa waktu pelaksanaan APBD Perubahan 2026.

Namun, meski belum masuk dalam APBD Perubahan 2026, Yuke mengatakan DPRD DKI akan mengusulkan pengadaan lahan makam dalam anggaran 2027.

Dia menilai pengadaan lahan makam itu penting karena sampai dengan saat ini, ketersediaan makam di ibu kota masih sangat terbatas.

Untuk tahap awal, lanjut dia, DPRD DKI mendorong agar lahan yang dibeli berada di sekitar makam yang sudah ada.

Dengan begitu, lahan tersebut dapat digunakan untuk memperluas tempat pemakaman umum (TPU) yang sudah tersedia.

"Di 2027, kami, sih, mengusulkan untuk ada pembelian lahan. Minimal adalah yang dibeli, yang mungkin menempel sama makam yang ada," kata Yuke.

Dia mengatakan perluasan makam yang sudah ada menjadi salah satu pilihan karena harga tanah di Jakarta cukup mahal.

Dia pun menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga dapat mempertimbangkan lahan di wilayah yang berada di pinggiran Jakarta apabila pengadaan lahan di lokasi yang lebih strategis sulit dilakukan.

"Itu kalau memang masih lingkup. Tapi kalau memang harus ke luar daerah, kan pastinya nanti akan ada pembicaraan dengan daerah-daerah aglomerasi atau mungkin penyangga Jakarta," tutur Yuke.

Sambil menunggu pengadaan lahan baru, dia mengungkapkan pihaknya meminta agar Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota memanfaatkan lahan makam yang tersedia. 

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta diketahui belum mengalokasikan anggaran untuk membeli lahan makam baru dalam APBD Perubahan 2026 meski lahan pemakaman di Jakarta saat ini dalam kondisi krisis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Daerah
Bali Kejar Target Nol Emisi...
Megapolitan
Jangan Sampai Terjerat Pung...
Nasional
Geger OTT KPK di BNPB! 14 O...
Advertisement
Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.