Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Harga Daging Mulai Bergejolak, Bapanas Intervensi Pasar

28 Rabu, 26 Agu 2026, 19:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Harga Daging Mulai Bergejolak, Bapanas Intervensi Pasar Harga Daging Mulai Bergejolak, Bapanas Intervensi Pasar Doc: ANTARA FOTO/ Aprillio Akbar
Ket. Ilustrasi-Warga berbelanja daging sapi untuk kebutuhan tradisi meugang menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H di Pasar Inpres Lhokseumawe, Aceh.

JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) bergerak cepat memperkuat koordinasi bersama BUMN Pangan dan asosiasi pedagang guna menjaga stabilitas pasokan serta harga daging sapi di tingkat konsumen.

Langkah intervensi ini diambil merespons tren kenaikan harga daging sapi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, baik di tingkat produsen maupun konsumen.

Direktur Perumusan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas, Yusra Egayanti, menegaskan komitmen tersebut dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Senin (24/8).

“Kita melakukan koordinasi upaya ini dengan BUMN Pangan agar harga daging sapi masuk di dalam Harga Acuan Pembelian (HAP),” ujar Yusra.

Regulasi terkait Harga Acuan Penjualan untuk daging sapi diatur melalui Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024. Acuan ini menjadi pedoman utama pemerintah dalam melakukan evaluasi dan intervensi dinamika harga pasar.

Berdasarkan pemantauan Panel Harga Bapanas hingga 23 Agustus 2026, terdeteksi rata-rata harga daging sapi di tingkat produsen mencapai Rp 56.575/kg (di bawah HAP) dan konsumen Rp 144.682/kg (di atas HAP).

Untuk mengimbangi pergerakan harga tersebut, Bapanas berkoordinasi langsung dengan BUMN Pangan, khususnya PT Berdikari dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), untuk mempercepat realisasi pengadaan serta memperlancar distribusi cadangan daging sapi dan daging kerbau nasional.

Kolaborasi BUMN-Asosiasi

Selain memperkuat pasokan cadangan, Bapanas mendorong kolaborasi konkret antara BUMN Pangan dan asosiasi pedagang pasar, di antaranya Jaringan Pedagang Pasar Daging Indonesia (JAPPDI) dan Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI). Melalui kolaborasi ini, intervensi pasar dapat disalurkan secara presisi langsung ke pedagang di pasar rakyat.

“Selain itu, kita juga minta BUMN Pangan untuk berkolaborasi dengan asosiasi pedagang berlaku antara lain JAPPDI dan APDI paling lambat hari ini untuk melakukan intervensi pasar untuk menurunkan harga daging sapi di pasar rakyat,” tambahnya.

Sinergi lintas sektor antara Bapanas, BUMN Pangan, dan asosiasi pedagang diharapkan mampu menekan lonjakan harga secara cepat, menjaga kelancaran rantai pasok, serta memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan hewani dengan harga yang wajar dan terjangkau.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Kemenhub Usulkan WFA untuk ...
Megapolitan
Telin Dorong Kemandirian Di...
Megapolitan
Pramono Tegaskan Tiket Anco...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi  Triliunan Rupiah

RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi Triliunan Rupiah

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.