Harga Daging Mulai Bergejolak, Bapanas Intervensi Pasar
📅 Rabu, 26 Agu 2026, 19:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: ANTARA FOTO/ Aprillio Akbar
JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) bergerak cepat memperkuat koordinasi bersama BUMN Pangan dan asosiasi pedagang guna menjaga stabilitas pasokan serta harga daging sapi di tingkat konsumen.
Langkah intervensi ini diambil merespons tren kenaikan harga daging sapi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, baik di tingkat produsen maupun konsumen.
Direktur Perumusan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas, Yusra Egayanti, menegaskan komitmen tersebut dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Senin (24/8).
“Kita melakukan koordinasi upaya ini dengan BUMN Pangan agar harga daging sapi masuk di dalam Harga Acuan Pembelian (HAP),” ujar Yusra.
Regulasi terkait Harga Acuan Penjualan untuk daging sapi diatur melalui Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024. Acuan ini menjadi pedoman utama pemerintah dalam melakukan evaluasi dan intervensi dinamika harga pasar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan pemantauan Panel Harga Bapanas hingga 23 Agustus 2026, terdeteksi rata-rata harga daging sapi di tingkat produsen mencapai Rp 56.575/kg (di bawah HAP) dan konsumen Rp 144.682/kg (di atas HAP).
Untuk mengimbangi pergerakan harga tersebut, Bapanas berkoordinasi langsung dengan BUMN Pangan, khususnya PT Berdikari dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), untuk mempercepat realisasi pengadaan serta memperlancar distribusi cadangan daging sapi dan daging kerbau nasional.
Kolaborasi BUMN-Asosiasi
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain memperkuat pasokan cadangan, Bapanas mendorong kolaborasi konkret antara BUMN Pangan dan asosiasi pedagang pasar, di antaranya Jaringan Pedagang Pasar Daging Indonesia (JAPPDI) dan Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI). Melalui kolaborasi ini, intervensi pasar dapat disalurkan secara presisi langsung ke pedagang di pasar rakyat.
“Selain itu, kita juga minta BUMN Pangan untuk berkolaborasi dengan asosiasi pedagang berlaku antara lain JAPPDI dan APDI paling lambat hari ini untuk melakukan intervensi pasar untuk menurunkan harga daging sapi di pasar rakyat,” tambahnya.
Sinergi lintas sektor antara Bapanas, BUMN Pangan, dan asosiasi pedagang diharapkan mampu menekan lonjakan harga secara cepat, menjaga kelancaran rantai pasok, serta memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan hewani dengan harga yang wajar dan terjangkau.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!