Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tembus 98 Ribu Kasus, BPJS Kesehatan Siapkan Strategi Khusus Tangani Penyakit Jantung di Papua

📅 Jumat, 18 Sep 2026, 02:10 WIB | Oleh:
Tembus 98 Ribu Kasus, BPJS Kesehatan Siapkan Strategi Khusus Tangani Penyakit Jantung di Papua Doc: ANTARA/HO-BPJS Kesehatan Papua
Ket. Suasana kegiatan media workshop dengan tema "Kupas Tuntas Layanan Jantung dalam Program JKN: Dari Akses Pelayanan Berkualitas hingga Layanan Jantung Canggih bagi Peserta" secara dalam jaringan pada Rabu (16/9).

JAYAPURA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menegaskan bahwa penguatan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) menjadi kunci utama dalam mengendalikan lonjakan kasus penyakit jantung yang mencapai 98.132 pelayanan di Papua sepanjang 2024–2026, Kamis (17/9). 

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito di Jayapura, Kamis, mengatakan berdasarkan data di Papua terdapat 98.132 kasus layanan jantung yang telah dilayani selama periode 2024 hingga 2026.

"Banyak kasus penyakit jantung merupakan dampak faktor risiko yang tidak terkendali di hulu. Untuk itu, perlu penguatan pelayanan di tingkat FKTP," katanya.

Menurut Pujowaskito, pengendalian penyakit jantung tidak hanya dilakukan ketika peserta membutuhkan pelayanan di rumah sakit, tetapi perlu dimulai sejak tingkat pertama melalui penguatan upaya promotif dan preventif.

"Karena itu.kami mendorong transformasi layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui pendekatan Value-Based Health Care (VBHC) yang menempatkan hasil kesehatan dan efisiensi biaya sepanjang siklus pelayanan sebagai dasar utama,"ujarnya.

Dia menjelaskan melalui pendekatan tersebut, upaya pencegahan dan pengendalian faktor risiko dapat diperkuat, antara lain melalui pengendalian tekanan darah dan gula darah, pemantauan HbA1C secara rutin, kepatuhan terhadap pengobatan, serta pengawasan peserta yang memiliki risiko tinggi.

"Pada tingkat rumah sakit, penerapan mutu berbasis hasil dilakukan melalui pengambilan keputusan terpadu oleh Heart Team, pemanfaatan Fractional Flow Reserve (FFR), hingga penanganan staged revascularization," katanya lagi.

Dia menambahkan penerapan tersebut juga diikuti dengan perubahan indikator evaluasi pelayanan yang tidak lagi hanya melihat proses, tetapi lebih menekankan hasil dari tindakan medis yang diberikan kepada peserta.

"Keberlanjutan JKN ditentukan oleh kemampuan menghasilkan kualitas kesehatan yang optimal bagi masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya, telah dilakukan kegiatan media workshop dengan tema "Kupas Tuntas Layanan Jantung dalam Program JKN: Dari Akses Pelayanan Berkualitas hingga Layanan Jantung Canggih bagi Peserta" secara dalam jaringan pada Rabu (16/9).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
Olahraga
Makin Dekat ke Gelar Juara,...
Olahraga
Ronaldo Kirim Pesan untuk M...
Ekonomi
INACRAFT October Vol. 5 Dor...
Ekonomi
Layanan Penukaran Rupiah La...
Megapolitan
Penggunaan Angkutan Umum di...
Olahraga
Rider MotoGP 2026 Sapa Warg...
Advertisement
Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

07 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.