Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kampung Zakat Kemenag Tembus 122 Lokasi, 5.600 Mustahik Terjangkau

📅 Jumat, 18 Sep 2026, 02:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kampung Zakat Kemenag Tembus 122 Lokasi, 5.600 Mustahik Terjangkau Doc: Antara
Ket. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad saat membuka Anugerah Ekosistem Berdaya yang menjadi bagian dari rangkaian "Impact and Collaboration (ICF) Forum Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Nasional 2026" di Semarang, Kamis (17/9).

Semarang - Kementrian Agama (Kemenag) menyebutkan bahwa program Kampung Zakat hingga saat ini telah berkembang di 122 lokasi yang tersebar di 21 provinsi dan mampu menjangkau sebanyak 5.600 mustahik.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad, di Semarang, Kamis (17/9), mengatakan perkembangan program zakat dan wakaf menunjukkan perubahan pendekatan pengelolaan dana dan aset umat.

"Zakat dan wakaf bukan lagi sekadar instrumen ibadah ritual atau bantuan karitatif jangka pendek," katanya.

Hal tersebut disampaikannya saat Anugerah Ekosistem Berdaya yang menjadi bagian dari rangkaian "Impact and Collaboration (ICF) Forum Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Nasional 2026" di Semarang.

Di bawah arahan dan kebijakan Kemenag, zakat dan wakaf telah bertransformasi menjadi pilar kekuatan ekonomi umat yang terukur, akuntabel, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta kelestarian lingkungan.

Perubahan tersebut tercermin melalui enam program unggulan pemberdayaan yang dikembangkan Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, yakni Kampung Zakat, Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis KUA, Inkubasi Wakaf Produktif, Kota Wakaf, Beasiswa Zakat Indonesia (BeZakat), dan Ekoteologi.

Ia menambahkan bahwa keenam program tersebut tidak semata-mata diposisikan sebagai capaian statistik, tetapi sebagai bentuk kehadiran negara dan lembaga pengelola zakat-wakaf di tengah masyarakat.

"Melalui 'Impact Dashboard', kita dapat menyaksikan secara real-time bagaimana dana zakat dan wakaf dikelola secara profesional, transparan, dan berdampak langsung pada kemandirian ekonomi penerima manfaat,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Waryono Abdul Ghafur menyampaikan ICF 2026 dirancang untuk memperlihatkan capaian program sekaligus memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan.

Dalam laporan pelaksanaan forum, Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf mencatat sejumlah capaian sepanjang 2026.

Selain Kampung Zakat dan PEU berbasis KUA, BeZakat telah memberikan beasiswa full funded kepada 135 mahasiswa baru melalui 26 LAZ, dengan estimasi nilai sekitar Rp13 miliar.

Beasiswa tersebut mencakup uang kuliah tunggal (UKT) selama delapan semester, biaya hidup, laptop, dan pembinaan.

Pada sektor wakaf, 15 lokasi di tujuh provinsi dikembangkan melalui Program Inkubasi Wakaf Produktif, sedsngkan sembilan Kota Wakaf telah memiliki 7.980 aset wakaf, 1.215 nazhir, dan 90 program pendukung.

Dalam aspek layanan publik, sebanyak 2.308 Akta Ikrar Wakaf (AIW) tanah telah diterbitkan, serta pengembangan KKN Tematik Zakat Wakaf bersama 1.320 mahasiswa UIN Jakarta dan UIN Yogyakarta yang menargetkan validasi 5.915 objek wakaf di tiga provinsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Advertisement
Kementrans Dorong Konsep Transmigrasi Baru

Kementrans Dorong Konsep Transmigrasi Baru

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.