Pemprov DKI Boyong 23 UMKM Binaan ke Pameran CISMEF 2026 di Guangzhou Tiongkok
📅 Senin, 24 Agu 2026, 19:20 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan untuk memperluas pasar hingga ke tingkat internasional. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan melibatkan UMKM dalam berbagai pameran dan ajang perdagangan internasional.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan pameran perdagangan internasional dapat menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperluas jaringan usaha. Hal tersebut disampaikannya saat menyambut penyelenggaraan China (Indonesia) International E-Commerce Industry Expo (CIEIE) Indonesia 2026 di Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (24/8/2026).
Menurut Rano, CIEIE 2026 dapat mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra dari berbagai negara. Ajang tersebut juga membuka kesempatan bagi UMKM Jakarta untuk mengenalkan produk sekaligus mencari peluang kerja sama dengan pembeli, importir, distributor, dan peritel internasional.
“Forum ini memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia-Tiongkok. Artinya, ini membuka peluang lebih besar bagi UMKM Jakarta untuk masuk ke pasar internasional, khususnya Tiongkok,” ujar Rano.
CIEIE Indonesia 2026 akan berlangsung pada 3–5 September 2026 di Hall B–C, JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pameran tersebut mempertemukan pembeli dan pelaku usaha dengan pemasok, pabrik, serta pemilik merek dari berbagai kategori produk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui ajang tersebut, pelaku usaha juga dapat memperoleh informasi secara langsung mengenai produk, harga, jumlah pemesanan minimum atau minimum order quantity (MOQ), sampel, hingga peluang kerja sama bisnis. Hal ini dinilai dapat membantu UMKM dalam memahami kebutuhan pasar dan memperluas jaringan perdagangan.
Selain CIEIE, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan langkah lain untuk memperluas akses pasar UMKM binaan. Sebanyak 23 UMKM terkurasi akan diberangkatkan untuk mengikuti China International SME Fair (CISMEF) 2026 di Guangzhou, Tiongkok, pada 3–6 September 2026 melalui program Choose Jakarta.
Upaya membawa produk UMKM Jakarta ke pasar internasional sebelumnya juga dilakukan pada Maret 2026. Tiga UMKM binaan Jakarta saat itu mengikuti China Food Trade Fair dan mendapat fasilitasi untuk melakukan temu bisnis dengan calon pembeli, importir, distributor, hingga peritel global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rano menilai peningkatan daya saing UMKM di pasar ekspor menjadi bagian penting dalam transformasi ekonomi Jakarta. Terlebih, sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sekitar 11,13 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta pada 2025.
Ke depan, Pemprov DKI Jakarta akan mengarahkan pengembangan sektor industri pada produk bernilai tambah dan berteknologi tinggi. Pengembangan tersebut juga akan didorong agar menerapkan prinsip ramah lingkungan serta terhubung dengan sektor jasa modern dan ekosistem halal.
Rano berharap berbagai ajang perdagangan internasional tidak sekadar menjadi ruang promosi bagi UMKM. Menurutnya, partisipasi tersebut harus menghasilkan kerja sama bisnis, investasi, perluasan akses pasar, dan peluang usaha yang memberikan dampak nyata bagi pelaku UMKM Jakarta.
“Harapannya, penyelenggaraan CIEIE ini tidak berhenti sebagai pameran saja, tetapi menghasilkan kerja sama yang konkret, investasi baru, akses pasar yang lebih luas, dan peluang bisnis bagi UMKM Jakarta,” pungkas Rano.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!