Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peluang Melemah Terbuka - 17 September 2026

📅 Kamis, 17 Sep 2026, 07:55 WIB | Oleh:
Peluang Melemah Terbuka - 17 September 2026 Doc: istimewa

JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih rawan meng­alami pelemahan lanjutan seiring kombinasi sentimen eks­ternal dan internal.

Pergerakan rupiah bakal dipengaruhi kombinasi antisipasi kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) serta kondisi fiskal domestik.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi melihat perhati­an utama pasar tertuju pada pengumuman suku bunga The Fed.

Kenaikan suku bunga acuan The Fed bakal mendorong penguatan dollar AS terhadap mata uang lainnya, termasuk rupiah.

Dari dalam negeri, fokus pasar juga tertuju pada tantangan Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam men­jaga keseimbangan antara pendorong pertumbuhan eko­nomi dan kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Karenannya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah ter­hadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antar­bank, Kamis (17/9), bergerak melemah di kisaran 17.690-17.750 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Rabu (16/9), bergerak melemah 2 poin atau 0,01 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.696 rupiah per dollar AS.

“Pergerakan rupiah yang datar seiring sikap wait and see investor jelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC),” ujar Analis Doo Finan­cial Lukman Leong di Jakarta.

Lukman menejelaskan rupiah ditutup datar di tengah menurunnya / koreksi pada indeks dollar AS, imbal hasil obligasi AS dan harga minyak mentah dunia.

Investor cen­derung wait and see menantikan hasil rapat FOMC malam ini yang diperkirakan menaikkan suku bunga pertama kali­nya sejak Juli 2023.

Anadolu melaporkan The Fed berpotensi kuat menaik­kan suku bunga sebesar 25 basis points (bps) dalam FOMC.

Sebelumnya, Federal Reserve mempertahankan suku bu­nga tetap di kisaran pada pertemuan bulan Juli 2026.

Menurut dia, indeks dollar AS, obligasi AS, dan harga mi­nyak mentah dunia yang mengalami koreksi merupakan hal wajar menjelang agenda-agenda tertentu yang diantisipasi oleh investor.

“Koreksi wajar menjelang event yang diantisipasi, seperti adjustment (penyesuaian), profit taking (aksi ambil untung, bargain hunting (aksi berburu instrumen keuangan yang harganya telah turun tajam dengan harapan akan kembali naik),” ungkap Lukman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Olahraga
MU Tersingkir dari Piala Li...

Pementasan King Lear di Jakarta

2 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pementasan King Lear di Jak...
Advertisement
Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

17 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.