Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkomdigi: 99,9 Persen BTS Terdampak Gempa NTT Sudah Pulih

📅 Rabu, 19 Agu 2026, 13:20 WIB | Oleh:
Menkomdigi: 99,9 Persen BTS Terdampak Gempa NTT Sudah Pulih Doc: antara foto
Ket. Dampak gempa di Manggarai Timur

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebutkan bahwa 99,9 persen infrastruktur digital Base Transceiver Station (BTS) yang terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) telah pulih dan sudah dapat menyediakan konektivitas untuk aktivitas komunikasi masyarakat.

“Per pukul 18.00 WIB tanggal 18 Agustus 2026, sudah 99,9 persen site/BTS terdampak gempa NTT yang sudah berhasil dipulihkan,” kata Menkomdigi Meutya Hafid di Jakarta, Rabu (19/8).

Menurutnya saat ini tersisa satu BTS yang masih dalam proses perbaikan untuk nantinya dapat dimanfaatkan lagi menghadirkan konektivitas bagi masyarakat.

Berdasarkan identifikasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), terdapat 812 site/BTS yang terdampak gempa saat bencana terjadi pada Sabtu (15/8) lalu. Sebanyak 812 site/BTS itu tersebar di 11 kabupaten/kota di Provinsi NTT.

“Hanya tinggal 1 site/BTS yang saat ini masih proses perbaikan yakni site yang berada di Manggarai. Sementara seluruh site/BTS terdampak di 8 daerah lain sudah pulih sepenuhnya,” jelas Menkomdigi.

Selain menyatakan komitmen percepatan pemulihan layanan digital pascagempa di NTT, Menkomdigi menyampaikan harapannya bagi masyarakat yang juga terdampak.

Ia berharap warga terdampak gempa NTT dapat segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Meutya juga mendorong masyarakat Indonesia terus memberikan solidaritas kepada warga terdampak gempa NTT melalui aksi nyata.

“Mari kita bersama membantu dengan berbagai cara dan sarana yang kita bisa untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa NTT,” tutupnya.

Sebelumnya pada Sabtu (15/8) diwartakan terjadi gempa berkekuatan Magnitudo (M) 7.0 yang mengguncang wilayah Pulau Flores, NTT, Sabtu pukul 05.58 WITA.

Sebagai respons cepat, Pemerintah pusat mengerahkan seluruh sumber daya kementerian maupun lembaga guna mempercepat penanganan tanggap darurat atas bencana alam tersebut.

Langkah itu merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang ditindaklanjuti melalui pembagian tugas di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

80 Perusahaan Bekerja Sama PAL Jaya

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
80 Perusahaan Bekerja Sama ...
Rona
Insidious 6 Ubah Aturan Bes...
Daerah
Cuaca Kering dan Panas Suli...

Daerah-daerah Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Daerah-daerah Siaga Kebakar...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp67.350/...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.