Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Badan Geologi: Erupsi Gunung Anak Krakatau Masuki Fase Strombolian, Letusannya Relatif Pendek

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 16:32 WIB | Oleh:
Badan Geologi: Erupsi Gunung Anak Krakatau Masuki Fase Strombolian, Letusannya Relatif Pendek Doc: antara foto
Ket. Kepala Badan Geologi Lana Saria

KOTA BANDUNG - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali memasuki fase Strombolian dengan durasi serta amplitudo letusan relatif pendek.

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan karakter erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini telah kembali seperti kondisi normalnya.

“Sekarang sudah kembali kepada fase sesuai karakter Gunung Anak Krakatau, yaitu fase Strombolian. Erupsi terjadi dengan amplitudo yang tidak terlalu luas, tidak terlalu panjang, dan durasi letusannya hanya beberapa detik,” kata Lana di Bandung, Selasa (8/9).

Ia menjelaskan berdasarkan pemantauan seismik pos pengamatan gunung api, penurunan getaran seismik telah terekam secara konsisten sejak 5 September.

“Pada pengamatan mutakhir per 8 September, terekam delapan kali letusan kecil dengan durasi berkisar antara 10 hingga 15 detik. Sebaran material letusan dan abu vulkanik terpantau hanya terkonsentrasi di sekitar lereng dan tubuh kawah,” ujarnya.

Ia memastikan kondisi Gunung Anak Krakatau saat ini berbeda dengan erupsi pada Desember 2018 yang memicu tsunami akibat runtuhnya sebagian tubuh gunung ke laut.

“Sementara saat ini, analisis data deformasi menunjukkan tidak adanya pergeseran dinding kawah yang berpotensi memicu longsoran lereng ke perairan,” katanya.

Lana mengatakan membaiknya kondisi atmosfer setelah sebaran kolom abu berkurang turut berdampak positif terhadap operasional penerbangan komersil.

Sejumlah bandara yang sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik telah kembali beroperasi setelah aspek keselamatan penerbangan dinyatakan terpenuhi.

“Sementara bagi nelayan di pesisir Selat Sunda, aktivitas melaut telah dapat kembali berjalan normal dengan imbauan tetap mengenakan pelindung mata dan masker untuk mengantisipasi paparan abu tipis,” ujarnya.

Meski aktivitas vulkanik mulai melandai, Badan Geologi masih mempertahankan status Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga.

“Meskipun aktivitas vulkanik mulai melandai sejak 5 September, status tetap Siaga (Level III) dengan radius aman tiga kilometer,” kata Lana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
Luar Negeri
Malaysia-Tailan Saling Jaga...
Daerah
Karhutla Kawah Ijen Mereda,...
Advertisement
Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.