Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenekraf Dorong Human-Centric AI, Pastikan Manusia Tetap Pusat Kreativitas

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 16:12 WIB | Oleh:
Kemenekraf Dorong Human-Centric AI, Pastikan Manusia Tetap Pusat Kreativitas Doc: antara foto
Ket. Direktur Kreativitas Teknologi Kementerian Ekraf Dandy Yudha Feryawan

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf)/Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dengan pendekatan human-centric untuk memastikan manusia tetap menjadi pusat dalam proses penciptaan karya kreatif.

Direktur Kreativitas Teknologi Kementerian Ekraf Dandy Yudha Feryawan mengatakan kehadiran AI tidak serta-merta menghilangkan peran manusia dalam menghasilkan karya. Menurutnya, perlu dibedakan antara karya yang dibuat dengan bantuan AI (AI-assisted) dan karya yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI (AI-generated).

“Penggunaan AI sebagai alat bantu tidak otomatis membuat sebuah karya kehilangan orisinalitas. Sebaliknya, hal yang perlu diperhatikan adalah sejauh mana manusia memberikan kontribusi kreatif dan memiliki kendali atas hasil akhirnya. AI bisa menghasilkan sesuatu, tetapi manusia yang menentukan apa yang paling berarti dari karya itu,” ujar Dandy dalam keterangan yang diterima, Selasa (8/9).

Menurut Dandy, pendekatan human-centric menjadi semakin penting seiring pemanfaatan AI berkembang di 21 subsektor ekonomi kreatif. Pemerintah perlu memastikan perkembangan teknologi tetap berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap kreativitas dan hak para kreator.

Dalam konteks hak cipta, Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 mendefinisikan pencipta sebagai seorang atau beberapa orang yang secara sendiri-sendiri atau bersama-sama menghasilkan suatu ciptaan yang bersifat khas dan pribadi.

Karena itu, kontribusi manusia menjadi salah satu aspek penting dalam menentukan karakter dan autentisitas sebuah karya. Kontribusi tersebut dapat berupa ide, pilihan, ekspresi, pengalaman, hingga keputusan dalam melakukan kurasi terhadap hasil yang dibuat menggunakan AI.

Dandy juga menyoroti sejumlah tantangan yang muncul seiring perkembangan AI, antara lain penggunaan karya sebagai data latih, kepemilikan hak cipta, serta traceability atau kemampuan menelusuri keterlibatan manusia dalam proses penciptaan.

“Hal ini menjadi semakin penting ketika AI membuat proses produksi konten menjadi jauh lebih mudah serta cepat. Saat kemampuan teknis untuk menghasilkan karya mudah diakses, nilai manusia justru semakin terletak pada ide, perspektif, pengalaman, selera, konteks, dan kemampuan melakukan kurasi,” katanya.

Menurutnya, pemerintah bersama ekosistem ekonomi kreatif perlu menemukan keseimbangan antara mendorong inovasi teknologi dan memberikan perlindungan serta kepastian bagi kreator.

Untuk itu, Kementerian Ekraf mendorong arah pemanfaatan teknologi dengan prinsip creating with AI. Dalam pendekatan tersebut, AI ditempatkan sebagai alat untuk memperluas kemampuan manusia dalam bereksperimen dan berkarya, bukan menggantikan peran manusia sebagai pusat proses kreatif.

Dengan pendekatan tersebut, perkembangan AI diharapkan dapat memperkuat produktivitas dan eksplorasi kreator sekaligus tetap mempertahankan ide, makna, nilai, serta karakter manusia dalam setiap karya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Penataan dan Penertiban Kab...
Daerah
Calon Pekerja Migran Bali B...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.