Harga Minyak Dunia Kembali Sentuh 98,5 Dollar AS, Siap-Siap BBM Naik
📅 Selasa, 08 Sep 2026, 21:22 WIB | Oleh: Deri HenriawanISTANBUL - Harga minyak terus meningkat pada Selasa (8/9) menyusul kembali memanasnya ketegangan Amerika Serikat dan Iran yang telah meningkatkan kekhawatiran akan kemungkinan terganggunya pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.
Harga minyak mentah Brent berjangka naik 1,4 persen menjadi 98,5 dollar AS (sekitar Rp1,74 juta) per barel pada pukul 06.30 GMT, mencapai level tertinggi dalam enam pekan.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka juga naik 1,4 persen menjadi 94 dollar AS (Rp1,66 juta) per barel.
Pada Selasa (8/9), kelompok Houthi di Yaman menyerang sejumlah kota dan infrastruktur ekonomi Arab Saudi bagian selatan. Aksi militer Houthi ini memakan korban jiwa, ungkap koalisi militer pimpinan Arab Saudi.
Selain itu, kebakaran terjadi di sejumlah fasilitas energi di Arab Saudi bagian selatan setelah serangan yang menyasar fasilitas tersebut, kata Kementerian Energi Arab Saudi.
Sementara itu, pada Senin (7/9), Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pihaknya menargetkan dan menghancurkan balon udara pengintai (aerostat) militer AS yang ditambatkan dalam serangan drone di dekat Bandara Erbil, Irak bagian utara.
Mohsen Rezaei, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Senin (7/9), mengatakan negaranya akan menetapkan zona maritim baru yang “terbatas” di luar Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang.
Dia juga memperingatkan bahwa setiap kapal yang memasuki wilayah tersebut akan dimasukkan ke dalam daftar sanksi.
Pasukan Penjaga Pantai Yaman juga mencegat sebuah kapal tanker minyak pada Minggu (6/9) setelah kapal tersebut menurunkan muatan “tidak sah” di pelabuhan Ras Isa yang dikuasai Houthi di Provinsi Al-Hudaydah, lapor media pemerintah.
AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman pada Juni yang dimediasi Pakistan dan Qatar.
Kesepakatan tersebut mengatur langkah-langkah untuk mengakhiri permusuhan, membuka kembali Selat Hormuz, serta mengatasi pembatasan ekonomi.
Sejak saat itu, kedua pihak saling menuduh gagal memenuhi komitmen dalam nota kesepahaman tersebut. Ketegangan militer juga terus berlanjut di tengah perselisihan mengenai sanksi dan pelayaran melalui Selat Hormuz. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!