Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menjelang Maybank Marathon 2026, Pelari Diingatkan Pentingnya Tapering dan Pemulihan

📅 Minggu, 26 Jul 2026, 20:05 WIB | Oleh:

Pelari tetap dapat berlari dengan volume yang lebih rendah dibandingkan biasanya dan menjaga intensitas latihan tetap terkontrol sesuai program yang telah disiapkan.

Berikut sejumlah hal yang perlu diperhatikan pelari ketika memasuki fase tapering menjelang marathon.

1. Hindari Panic Training

Menjelang race day, pelari sering mulai mempertanyakan apakah latihan yang telah dilakukan sudah cukup. Rasa cemas tersebut dapat membuat pelari tergoda menambah jarak, mengejar sesi latihan yang terlewat, atau melakukan latihan berat untuk membuktikan kesiapan.

Pada tahap ini, pelari disarankan mempercayai program latihan yang telah dijalankan. Tambahan latihan berat mungkin memberikan rasa percaya diri dalam jangka pendek, tetapi juga berpotensi menciptakan kelelahan baru yang terbawa hingga hari perlombaan.

2. Kurangi Volume Latihan, Bukan Berhenti Berlari

Tapering bukan berarti pelari harus berhenti berlari sepenuhnya. Pelari masih dapat melakukan easy runrecovery run, atau beberapa repetisi singkat pada race pace sesuai dengan program latihan.

Tujuannya adalah menjaga tubuh tetap aktif sekaligus mempertahankan sensasi berlari tanpa menambah akumulasi kelelahan.

Tidak ada satu angka penurunan volume latihan yang berlaku untuk semua pelari. Pelari marathon berpengalaman, first-time marathoner, maupun pelari dengan riwayat cedera dapat membutuhkan pendekatan yang berbeda.

Karena itu, program tapering sebaiknya mengikuti arahan pelatih dan mempertimbangkan respons tubuh masing-masing pelari.

3. Jadikan Recovery sebagai Bagian dari Latihan

Ketika volume latihan mulai berkurang, perhatian pelari dapat dialihkan pada aspek yang kerap terabaikan selama fase peak training, seperti tidur, hidrasi, nutrisi, dan pemulihan otot.

Pelari juga perlu menjaga asupan makanan dan cairan secara konsisten. Konsumsi karbohidrat dapat ditingkatkan secara terencana menjelang perlombaan untuk menjaga ketersediaan energi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Kapal Induk Garibaldi Berganti Nama Jadi KRI Sriwijaya, Sebelumnya KRI Gajah Mada

Kapal Induk Garibaldi Berganti Nama Jadi KRI Sriwijaya, Sebelumnya KRI Gajah Mada

18 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.