Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Lukai Pelaut Filipina dalam Bentrokan di LTS

📅 Selasa, 21 Jul 2026, 02:45 WIB | Oleh:
Tiongkok Lukai Pelaut Filipina dalam Bentrokan di LTS Doc: AFP/Jam STA ROSA
Ket. Sejumlah anggota Penjaga Pantai Filipina menaiki perahu karet pada November 2023 lalu dekat kapal usang BRP Sierra Madre yang kandas di Second Thomas Shoal, LTS. Pada Senin (20/7), militer Filipina melaporkan bahwa Penjaga Pantai Tiongkok telah melukai seorang pelaut Filipina dalam bentrokan dekat BRP Sierra Madre.

MANILA - Militer Filipina pada Senin (20/7) menuduh Penjaga Pantai Tiongkok telah memukuli seorang pelaut Filipina dengan tongkat saat mereka mendekati kapal yang terdampar yang telah lama berfungsi sebagai garnisun Filipina di Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang disengketakan.

Berita tentang insiden itu muncul hanya beberapa jam setelah Kementerian Luar Negeri Filipina mengatakan diplomat utama kedua negara akan bertemu di KTT regional di Manila pekan ini.

Filipina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sebuah perahu karet Tiongkok yang membawa delapan orang telah mengelilingi dan mengambil foto serta video kapal usang BRP Sierra Madre, yang berada di titik rawan Second Thomas Shoal di Kepulauan Spratly.

Tiongkok mengklaim hampir seluruh jalur perairan penting tersebut meskipun ada putusan internasional bahwa klaimnya tidak memiliki dasar hukum, dan sering bentrok dengan kapal-kapal Filipina di daerah tersebut.

Bentrokan terbaru di jalur perairan penting itu terjadi setelah dua perahu karet dikirim untuk mengusir perahu karet Tiongkok, demikian pernyataan Filipina.

"Personel (Tiongkok) bereaksi dengan keras dan agresif dengan memukul kepala seorang personel Angkatan Laut Filipina dengan tongkat kayu, menyebabkan cedera dan merusak perahu karet angkatan laut kami," demikian pernyataan Angkatan Laut Filipina.

Penjaga Pantai Tiongkok mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah mengambil tindakan balasan timbal balik dan mengeluarkan peringatan lisan sebagai tanggapan terhadap dua perahu karet yang dikirim dari kapal Filipina yang terdampar.

"Mengabaikan peringatan berulang dan jelas dari pihak kami, perahu-perahu ini dengan cepat mendekati kapal patroli Tiongkok dengan cara yang berbahaya, mencoba untuk mengepung dan menabraknya," demikian pernyataan Penjaga Pantai Tiongkok.

Kementerian Pertahanan Filipina mengatakan dalam pernyataan terpisah bahwa insiden tersebut menambah pola perilaku provokatif dan bermusuhan yang nyata oleh Penjaga Pantai Tiongkok.

Sementara Tiongkok dalam pernyataannya mengatakan bahwa pihak Filipina telah memutarbalikkan fakta dan secara salah menuduh Tiongkok dalam pembalikan kebenaran sepenuhnya.

Pada Juni 2024 lalu, personel penegak hukum Tiongkok yang bersenjata pisau, tongkat, dan kapak, telah menyerang pasukan Filipina yang mencoba mengirimkan pasokan perbekalan ulang ke garnisun Filipina di Second Thomas Shoal.

Kedua pihak mengatakan sebulan kemudian bahwa mereka telah mencapai kesepakatan sementara tentang misi pasokan perbekalan ulang ke kapal Sierra Madre yang sengaja dikandaskan untuk menegaskan klaim Manila atas terumbu karang tersebut.

Bentrokan pada Senin terjadi setelah perang kata-kata yang sedang berlangsung antara Tiongkok dan Filipina mengenai klaim mereka di LTS. Pada Jumat (17/7) lalu, Manila mengajukan protes diplomatik atas video rasis yang dihasilkan AI dan diposting oleh media pemerintah Tiongkok di mana Filipina digambarkan sebagai monyet kartun.

Rencana Pertemuan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.