Respons Situasi Laut Tiongkok Selatan, Filipina-Vietnam Pererat Hubungan
📅 Senin, 01 Jun 2026, 20:40 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Filipina dan Vietnam sepakat memperkuat hubungan bilateral melalui peningkatan status kerja sama dari kemitraan strategis menjadi kemitraan strategis yang diperkuat. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. dan Presiden Vietnam To Lam di Manila, Senin (1/6).
Kunjungan kenegaraan To Lam ke Filipina menjadi yang pertama sejak menjabat sebagai Presiden Vietnam sekaligus Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam. Momentum tersebut juga menandai peringatan 50 tahun hubungan diplomatik dan satu dekade kemitraan strategis antara kedua negara.
Dalam pertemuan itu, kedua negara menyepakati perluasan kerja sama di bidang politik, keamanan, dan keselamatan maritim. Fokus utama pembahasan mencakup penguatan koordinasi di kawasan Laut Tiongkok Selatan yang selama ini menjadi wilayah sengketa sejumlah negara di kawasan.
Kedua pihak juga berkomitmen meningkatkan mekanisme kerja sama maritim yang telah berjalan, termasuk implementasi kesepahaman mengenai pencegahan dan penanganan insiden di laut. Selain itu, kerja sama antarlembaga penjaga pantai kedua negara akan diperkuat guna mendukung stabilitas dan keamanan kawasan.
"Kesepakatan ini menjadi langkah penting untuk memperdalam kerja sama bilateral sekaligus memperkuat stabilitas dan keamanan kawasan," demikian isi pernyataan bersama kedua negara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Filipina dan Vietnam menegaskan komitmen untuk menyelesaikan berbagai persoalan maritim melalui jalur damai dan bersahabat sesuai hukum internasional. Kedua negara juga menyatakan tekad untuk memperluas kerja sama dalam perlindungan lingkungan laut, pendidikan, pariwisata, pertukaran budaya, serta hubungan antarmasyarakat.
Di sektor ekonomi, kedua negara menargetkan peningkatan nilai perdagangan bilateral yang saat ini ditargetkan melampaui 10 miliar dolar Amerika Serikat. Upaya tersebut akan dilakukan melalui perluasan akses pasar, peningkatan peluang perdagangan dua arah, serta pengurangan hambatan perdagangan dan investasi.
Kerja sama pertanian turut menjadi agenda prioritas dalam hubungan kedua negara. Filipina dan Vietnam sepakat mendorong penelitian bersama serta pengembangan sektor pertanian berkelanjutan, termasuk komoditas padi, perikanan, ekonomi biru, pertanian cerdas, manajemen bencana, dan adaptasi perubahan iklim.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami berkomitmen mempererat kolaborasi di sektor pertanian, perikanan, serta pengembangan ekonomi biru yang berkelanjutan demi mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat," bunyi pernyataan bersama tersebut.
Selain itu, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama dalam pemberantasan praktik penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur atau illegal, unreported, and unregulated fishing (IUU Fishing). Kolaborasi tersebut akan dilakukan melalui pertukaran informasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan penegakan hukum di sektor perikanan.
Pertemuan bilateral tersebut juga menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja sama yang ditandatangani dan disaksikan langsung oleh kedua kepala negara. Langkah itu diharapkan menjadi fondasi baru bagi hubungan Filipina dan Vietnam dalam menghadapi tantangan regional sekaligus memperkuat posisi kedua negara di kawasan Asia Tenggara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!