Rupiah Hari ini Tertekan, Ekonomi AS Makin Perkasa
📅 Kamis, 24 Sep 2026, 17:45 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Penguatan kinerja industri manufaktur di Amerika Serikat atau PMI AS menegaskan aktivitas ekonomi di Negeri Paman Sam masih solid, sehingga ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga oleh bank sentral setempat atau Federal Reserve (The Fed) menjadi lebih ketat.
Kondisi ini mendorong penguatan dolar AS terhadap mata uang lain di dunia sehingga makin menambah tekanan terhadap rupiah, sekaligus menunjukkan bahwa ruang penguatan rupiah masih bergantung pada arah kebijakan moneter global dan arus modal.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis bergerak melemah 98 poin atau 0,55 persen menjadi Rp17.916 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.818 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa menyatakan pelemahan rupiah terhadap dolar AS dipengaruhi Purchasing Managers' Index (PMI) AS yang tumbuh kuat.
“Sentimen global masih menjadi faktor utama yang menekan rupiah hari ini. Dolar AS menguat setelah data Flash PMI AS September menunjukkan aktivitas bisnis tumbuh cukup kuat, dengan Composite PMI naik menjadi 58,4 dari 56,0 pada Agustus dan menjadi level tertinggi sejak Juli 2021,” ucapnya di Jakarta, Kamis (24/9).
Data tersebut menunjukkan momentum ekonomi AS masih solid, lanjutnya, sementara tekanan biaya dan inflasi juga masih persisten sehingga ekspektasi terhadap kebijakan The Fed yang relatif ketat tetap terjaga.
Kondisi ini dinilai membuat dolar AS dan aset berbasis dolar tetap menarik, sehingga memberikan tekanan terhadap mata uang emerging markets, termasuk rupiah.
Melihat sentimen domestik, sentimen berasal dari keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen dan menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui optimalisasi berbagai instrumen moneter.
“Posisi cadangan devisa yang masih kuat di sekitar 146,5 miliar dolar AS juga menjadi salah satu faktor yang dapat membantu menjaga ketahanan eksternal,” ungkap Amru.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.893 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.803 per dolar AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!