Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sambut Rencana Pemerintah Tetapkan TKDN 80%, GIAMM Pacu Produksi Komponen EV Lokal

📅 Kamis, 24 Sep 2026, 17:39 WIB | Oleh:
Sambut Rencana Pemerintah Tetapkan TKDN 80%, GIAMM Pacu Produksi Komponen EV Lokal Doc: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Ket. Seorang pekerja melintas di fasilitas produksi kendaraan listrik BYD di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9). Kementerian Perindustrian terus mengupayakan peningkatan nilai minimun tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada kendaraan listrik hingga 80 persen di 2030 agar mendorong perkembangan industri komponen dan memperkuat struktur industri nasional.

TANGERANG, BANTEN - Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) menargetkan keterlibatan anggota dalam memasok komponen kendaraan listrik (EV) dapat meningkat menjadi 50-60 persen pada 2030, seiring rencana pemerintah menetapkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal 80 persen.

Ketua Bidang Promosi dan Public Relations GIAMM Gagat Prijawan mengatakan kewajiban peningkatan TKDN dari pemerintah akan mendorong kebutuhan terhadap komponen lokal, termasuk untuk kendaraan listrik yang saat ini masih menjadi pasar baru bagi sebagian anggota GIAMM.

“Keterlibatan kita paling tidak bisa di angka 50-60 persen (pada 2030), untuk EV (kendaraan listrik). Karena sekarang EV ini juga baru bagi kami, jadi anggota GIAMM membuat komponen EV juga belum banyak,” katanya ditemui di Tangerang, Kamis.

Gagat mengatakan peningkatan volume produksi otomotif akan turut meningkatkan tingkat lokalisasi komponen karena biaya produksi dapat ditekan melalui skala ekonomi.

“Kalau volumenya naik, TKDN-nya pasti naik. Lokalisasinya pasti naik,” katanya.

Saat ini, Gagat menyebut keterlibatan anggota GIAMM dalam memasok komponen untuk mobil merek Tiongkok yang dirakit di Indonesia masih sekitar 10-15 persen. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi persaingan harga.

Ia menjelaskan volume produksi yang masih terbatas membuat biaya komponen lokal relatif tinggi karena biaya peralatan harus dibagi dengan jumlah produksi yang kecil.

“Kalau volume kita besar, harga kita juga tidak kalah dengan Tiongkok,” katanya.

Lebuh lanjut, Gagat menyebut kemampuan industri komponen dalam negeri untuk mencapai TKDN 80 persen bukan menjadi persoalan, karena saat ini sudah terdapat produk yang mampu mencapai tingkat tersebut.

“Karena sekarang pun juga sudah ada yang 80 persen kok. Tinggal butuh volumenya saja. Sepeda motor sudah 90 persen ke atas TKDN. Kalau untuk mobil, ada yang sudah ada 80 persen, ada yang 60 persen," ujarnya.

Gagat juga menekankan perlunya penguatan industri hulu, seperti logam, karet, dan plastik, untuk mendukung peningkatan TKDN. Menurut dia, ketergantungan terhadap bahan baku impor dapat menjadi tantangan bagi industri komponen lokal.

Ia mencontohkan industri baja yang belum seluruhnya memproduksi material dengan spesifikasi yang dibutuhkan industri otomotif karena volume kebutuhan otomotif masih terbatas.

Adapun pemerintah menargetkan TKDN untuk kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) meningkat secara berkala, yakni 40 persen hingga 2026, 60 persen mulai 2027, dan minimal sebesar 80 persen mulai tahun 2030. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.