Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IHSG Hari Ini Menghijau, Kombinasi Valuasi Murah dan Prospek Emiten Picu Aksi Beli

📅 Selasa, 21 Jul 2026, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Menghijau, Kombinasi Valuasi Murah dan Prospek Emiten Picu Aksi Beli Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto.
Ket. Ilustrasi - Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham atau IHSG di Bursa Efek Indonsia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan mulai pulihnya minat investor terhadap aset domestik setelah valuasi saham dinilai semakin menarik.

Kondisi tersebut diperkuat oleh optimisme terhadap kinerja keuangan emiten yang diperkirakan tetap solid, sehingga mendorong aksi beli pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Meski demikian, keberlanjutan tren penguatan masih akan dipengaruhi sentimen global, arah suku bunga, serta konsistensi kinerja fundamental perusahaan pada musim laporan keuangan berikutnya.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/7) sore ditutup menguat dipicu oleh valuasi murah saham-saham Indonesia dan optimisme kinerja laporan keuangan emiten-emiten periode semester I-2026.

IHSG ditutup menguat 108,24 poin atau 1,74 persen ke posisi 6.340,02. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,89 poin atau 1,42 persen ke posisi 636,64.

“Keberlanjutan penguatan IHSG dalam beberapa waktu ke depan ditentukan oleh tiga faktor utama, yakni konsistensi arus dana asing yang kembali masuk, stabilitas Rupiah agar tidak kembali menembus Rp18.000 per dolar AS, serta kemampuan emiten membukukan kinerja keuangan yang mampu melampaui ekspektasi pasar,” ujar pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana saat dihubungi di Jakarta.

Hendra menjelaskan koreksi yang terjadi di sejumlah bursa besar di tingkat global khususnya pada saham-saham teknologi yang sebelumnya mengalami euforia kecerdasan buatan (AI), membuka peluang terjadinya rotasi investasi menuju pasar negara berkembang (emerging market) dengan valuasi yang lebih murah, termasuk Indonesia.

“Dengan valuasi IHSG yang relatif lebih menarik dibandingkan beberapa pasar regional, Indonesia berpotensi menjadi salah satu tujuan aliran modal asing apabila kondisi makroekonomi domestik tetap terjaga,” ujar Hendra.

Kemudian, lanjutnya, ekspektasi pasar akan membaiknya kinerja emiten melalui laporan keuangan periode kuartal II-2026 dan semester I-2026, akan menjadi katalis positif untuk beberapa waktu ke depan.

Selanjutnya, Ia menyebut sentimen juga datang dari stabilitas rupiah yang berpotensi membaik berkat komitmen Bank Indonesia (BI) menjaga nilai tukar dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia dibandingkan negara lain.

Di sisi lain, Ia mengingatkan investor tetap perlu mewaspadai sejumlah risiko yang masih dapat menghambat proses pemulihan pasar, yaitu yang paling penting adalah pergerakan nilai tukar rupiah.

“Apabila Rupiah kembali melemah hingga menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS, tekanan terhadap pasar keuangan domestik berpotensi meningkat karena dapat memicu kembali aksi jual investor asing sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan stabilitas ekonomi,” ujar Hendra.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor energi yang naik sebesar 3,58 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor barang baku yang naik masing-masing sebesar 2,95 persen dan 2,60 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Mediterania: Laut yang Memb...
Megapolitan
Tiga Perusahaan Pencemar Su...
Luar Negeri
Kerugian Penipuan Siber Tem...

Swasembada Susu Butuh Regulasi Tegas

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
Swasembada Susu Butuh Regul...
Luar Negeri
PBB Desak Kelompok Houthi H...
Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.