Wang Yi Dorong Penguatan Investasi Tiongkok di Indonesia
📅 Minggu, 19 Jul 2026, 10:00 WIB | Oleh: Tim PenulisSHANGHAI - Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menyampaikan harapan pemerintah Tiongkok agar Indonesia dapat menyediakan lingkungan yang kondusif dan setara bagi pelaku usaha negara Tirai Bambu tersebut.
"Tiongkok mengapresiasi penegasan kembali Menko Airlangga bahwa Indonesia menyambut perusahaan-perusahaan Tiongkok untuk berinvestasi dan bekerja sama di Indonesia. Tiongkok berharap Indonesia dapat menyediakan lingkungan usaha yang adil dan setara bagi perusahaan-perusahaan tersebut," kata Menlu Wang Yi dalam keterangan tertulis di laman Kementerian Luar Negeri Tiongkok yang diakses Antara di Shanghai, Sabtu.
Pertemuan antara Wang Yi dan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tersebut berlangsung di Shanghai pada Sabtu (18/7).
Airlangga berada di Tiongkok untuk menghadiri Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia (WAIC) maupun menandatangani pendirian Organisasi Kerjasama Kecerdasan Artifisial Global (WAICO) yang diinisiasi Tiongkok.
"Kerja sama Tiongkok-Indonesia tidak ditujukan terhadap pihak ketiga dan tidak seharusnya terganggu oleh pihak ketiga," ungkap Wang Yi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kedua negara, menurut Wang Yi, perlu menjadi pelopor dalam mempertahankan sistem perdagangan multilateral, bersama-sama menentang pemutusan relasi ekonomi dan rantai pasok, serta menjaga keamanan dan stabilitas rantai industri dan pasok global.
"Tiongkokbersedia berkoordinasi secara erat dengan Indonesia dalam berbagai urusan internasional dan kawasan. Kedua negara juga perlu mendorong pembangunan komunitas bersama Tiongkok-Indonesia yang memiliki pengaruh di kawasan maupun tingkat global, serta memberikan kontribusi bagi pembangunan bersama kedua negara dan umat manusia," tambah Wang Yi.
Terkait WAICO, Wang Yi mengatakan keikutsertaan Indonesia sebagai salah satu negara anggota pendiri mencerminkan sikap aktif Indonesia terhadap kerja sama internasional di bidang kecerdasan buatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Organisasi tersebut, tambah Wang Yi, dirancang khusus bagi negara-negara Selatan Global dengan tujuan mencegah munculnya kesenjangan baru di bidang kecerdasan buatan di dunia.
Wang Yi menilai perkembangan kecerdasan buatan harus melayani seluruh umat manusia sehingga setiap negara berhak mengikuti arus perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mendorong pembangunan serta kebangkitan nasional.
"Tiongkok bersedia bekerja sama dengan negara-negara yang memiliki pandangan serupa untuk mendorong perkembangan AI ke arah yang inklusif dan dapat dinikmati secara luas. China juga ingin meningkatkan hak bersuara dan keterwakilan negara-negara berkembang serta bersama-sama menjaga hak dan kepentingan sah Selatan Global," jelas Wang Yi.
Sebagai perwakilan Selatan Global dan negara-negara dengan perekonomian yang baru tumbuh, Wang Yi mengatakan Tiongkok dan Indonesia memiliki tujuan pembangunan yang serupa, kepentingan bersama yang luas, serta keunggulan yang saling melengkapi.
"Kedua negara perlu memperkuat penyelarasan strategi pembangunan, bergerak menuju arah yang sama, meningkatkan interaksi secara aktif, menyingkirkan berbagai gangguan, mempertahankan keteguhan sikap, dan terus memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai bidang," ungkap Wang Yi.
Dalam keterangan di laman yang sama, Menko Airlangga mengatakan Indonesia merasa terhormat menjadi salah satu negara anggota pendiri WAICO.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!