Kenapa Lionel Messi Pantas Disebut GOAT?
📅 Jumat, 17 Jul 2026, 07:22 WIB | Oleh: SriyonoJAKARTA - Terlepas hasil final Argentina versus Spanyol nanti, status Lionel Messi sebagai pesepak bola yang istimewa sepanjang masa tak akan berubah. Dan pantaskan dia disebut GOAT (Greatest of All Time)?
Dia bukan sembarang pemain. Waktu dan usia pun tampaknya tak mampu menghapus keistimewaannya.
Di usia yang sudah jauh melewati puncak karier seorang pesepak bola, ia masih mampu bersaing dengan pemain-pemain yang jauh lebih muda. Fakta itu saja sudah cukup menjadi bukti bahwa Messi memang istimewa.
Hanya Kylian Mbappe yang mampu menyamai pencapaiannya dalam urusan mencetak gol. Keduanya telah mengoleksi delapan gol selama Piala Dunia 2026.
Erling Haaland, Vinicius Junior, Harry Kane, dan Lamine Yamal, sudah tak bisa menandingi pencapaian kapten Argentina yang sudah berusia 39 tahun itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tidak hanya dalam soal gol, peran vital Messi untuk Argentina nyaris tidak masuk akal, karena untuk seorang pemain yang hampir berusia 40 tahun, dia tetap menjadi pemain paling menonjol di banyak parameter.
Di antara empat tim yang masuk semifinal, dengan 34 peluang yang sudah dia ciptakan, Messi bukan hanya pencipta peluang terbanyak untuk Albiceleste, tetapi juga melebihi pencapaian Kane, Mbappe dan Yamal yang masing-masing menjadi pencipta peluang terbanyak untuk tim-timnya.
Padahal, stamina Messi telah banyak terkikis usia dan gerakannya tak lagi secepat dahulu. Ia juga menjadi target utama kawalan bek-bek lawan, termasuk para pemain Inggris. Namun, semua itu tampaknya belum cukup untuk menghentikan pemain yang keistimewaannya tak kunjung lekang oleh waktu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sudah sering tim lawan harus mengerahkan lebih dari dua pemain untuk menghentikan Messi. Tetap saja dia bisa membebaskan diri dari kawalan itu.
Contoh termutakhir adalah saat dia melewati Kane, Jude Bellingham, dan Elliot Anderson saat berusaha menusuk dari tengah untuk merangsek ke jantung pertahanan Three Lions. Anderson terpaksa mentekelnya dengan keras untuk menghentikan Messi, sampai dia diganjar kartu kuning.
Delapan gol dan 34 peluang yang dia ciptakan adalah bukti paripurna untuk visi dan dribelnya yang tak lekang dimakan usia.
Teladan Bagi Tim
Apakah cuma gol dan peluang?
Tentu saja tidak, karena Messi juga kampiun dalam melepaskan umpan-umpan silang berbahaya, yang dua di antaranya menjadi jalan bagi Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez untuk mencetak gol yang menyingkirkan Inggris dalam semifinal Piala Dunia ini.
Catatan Messi dalam soal umpan silang melebihi statistik sama yang dimiliki Declan Rice di Inggris, Ousmane Dembele di Prancis, dan Alex Baena di Spanyol, yang masing-masing menjadi pemberi umpan silang terbanyak untuk tim mereka. Messi melepaskan 41 umpan silang, Baene 37, Rice 36, dan Dembele 25.
Pun dalam assist. Messi hanya kalah dari gelandang serang Prancis, Michael Olise. Jika Olise sudah membuat lima assist, maka Messi sudah empat assist.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!