Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Keterbatasan Agunan, 88% UMKM Informal Gunakan Dana Pribadi jadi Modal

📅 Jumat, 19 Jun 2026, 00:50 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Keterbatasan Agunan, 88% UMKM Informal Gunakan Dana Pribadi jadi Modal Doc: istimewa

JAKARTA - Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas) menyatakan bahwa sebanyak 88 persen pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) informal lebih memilih menggunakan dana pribadi dari pada kredit perbankan.

Hal itu ditengarai sebagai penyebab melambatnya kredit UMKM dari perbankan beberapa tahun ini.

Ketua Bidang Riset dan Kajian Ekonomi Perbankan Perbanas, Aviliani di Jakarta, Kamis (18/6) mengatakan jika melihat survei, pelaku UMKM itu lebih suka menggunakan dana pribadi sebagai modal.

Beberapa tahun ini jelas Aviliani, hasil riset Perbanas menunjukkan adanya perlambatan pertumbuhan kredit UMKM dan bahkan sempat mengalami kontraksi.

Dari survei Perbanas menunjukkan penggunaan dana pribadi oleh pelaku UMKM mencapai 88 persen, sementara 12 menggunakan dana eksternal yaitu dari perbankan mencakup 49 persen, teman atau kerabat 9 persen, micro finance 32 persen dan lainnya 11 persen.

Pembiayaan perbankan maupun non-bank bagi UMKM formal lanjut Aviliani juga masih termasuk kecil, di mana dari data yang ada 62 persen menggunakan dana pribadi.

“Jadi tidak hanya bank saja, non-bank pun masih kecil.

Kita berharap sebenarnya dari sisi suplai itu sudah siap, tapi dari sisi demand-nya yang memang harus dibangun,” katanya.

Untuk itu, Perbanas meluncurkan UMKM Center untuk meningkatkan UMKM agar dapat naik kelas dalam berbagai lini.

UMKM Center sendiri sebagai platform kolaborasi untuk membantu UMKM naik kelas melalui penguatan kapasitas usaha peningkatan akses pembiayaan, perluasan akses pasar dan akselerasi digitalisasi usaha.

Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti mengatakan pertumbuhan kredit UMKM melambat seiring melemahnya daya beli dan kenaikan suku bunga.

Menurut Esther, ada enam faktor utama yang membuat UMKM enggan maupun sulit mengakses kredit perbankan.

“Kredit UMKM dan kredit jenis usaha lain melambat karena memang omset melambat akibat daya beli konsumen menurun, tingkat suku bunga naik, dan tidak ada insentif untuk bisa apply kredit bagi UMKM,” kata Esther.

Menurutnya, banyak pemilik UMKM juga lebih memilih menggunakan modal sendiri ketimbang mengajukan pinjaman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
John Stones Resmi Gabung In...
Megapolitan
IQAir: Kualitas Udara Jakar...
Megapolitan
Warga Rusun Marunda Hadirka...
Olahraga
Resmi Gabung Inter Miami, C...
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren

Pemprov NTT dan Pemerintah Pusat Matangkan Persiapan PON 2028

Pemprov NTT dan Pemerintah Pusat Matangkan Persiapan PON 2028

30 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.