Tuchel dan Garcia Ubah Tradisi Piala Dunia, Era Pelatih Asing Mulai Diterima
📅 Jumat, 10 Jul 2026, 07:30 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraSimon Kuper, penulis buku World Cup Fever, Soccernomics, dan Football Against the Enemy, menjelaskan bahwa tim nasional sering dianggap sebagai representasi budaya sepak bola sebuah negara.
"Sebagian alasannya adalah kebanggaan nasional. Di Piala Dunia, Anda tidak hanya ingin menang, tetapi juga menunjukkan budaya sepak bola negara Anda, dan itu termasuk pelatihnya," ujar Kuper.
Menurutnya, ada anggapan bahwa menggunakan pelatih asing membuat keberhasilan terasa kurang autentik.
"Ada keyakinan kuat bahwa memakai pelatih asing hampir seperti sebuah bentuk kecurangan dan tidak mencerminkan identitas asli," tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Delapan negara yang pernah menjadi juara dunia umumnya memiliki tradisi kepelatihan yang kuat sehingga posisi pelatih tim nasional dianggap sebagai puncak karier seorang manajer.
Memberikan posisi tersebut kepada pelatih asing juga sering dianggap sebagai penghinaan terhadap para pelatih terbaik dari negara sendiri.
"Ada pandangan bahwa kami memiliki cara bermain nasional yang unik dan tidak ada pelatih asing yang mungkin bisa memahaminya," jelas Kuper.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, perkembangan sepak bola modern membuat batas-batas lama semakin kabur. Globalisasi membuat gaya bermain antarnegara semakin mirip.
Kuper menyebut sepak bola kini memasuki era "gaya internasional", di mana hampir semua tim elite menerapkan prinsip serupa: permainan cepat, sirkulasi bola tinggi, perubahan posisi dinamis, serta organisasi kolektif yang kuat.
"Kita hidup di era ketika ada gaya bermain internasional. Sebagian besar tim memainkan sepak bola yang mengandalkan fisik, pergantian posisi, perputaran bola cepat, dan permainan kolektif yang sangat terorganisasi," katanya.
Perubahan tersebut membuat lebih banyak federasi mulai terbuka mencari pelatih dari luar negeri ketika sistem lama dianggap tidak lagi efektif.
Brasil menjadi salah satu contoh terbaru. Penunjukan pelatih Italia Carlo Ancelotti merupakan langkah besar bagi negara yang selama ini sangat identik dengan filosofi sepak bola sendiri.
Meski Ancelotti mendapat kritik karena hasil belum maksimal, Federasi Sepak Bola Brasil tetap memberinya waktu. Kontraknya telah diperpanjang hingga Piala Dunia berikutnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!