Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPOM Segera Siapkan Standar Nasional Batas Aman Mikroplastik

2 Senin, 06 Jul 2026, 17:55 WIB | Oleh:
BPOM Segera Siapkan Standar Nasional Batas Aman Mikroplastik BPOM Segera Siapkan Standar Nasional Batas Aman Mikroplastik Doc: RRI/Aditya Prabowo
Ket. Kepala BPOM Taruna Ikrar

JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah menyusun standar nasional batas aman cemaran mikroplastiK. Penyusunan standar tersebut diharapkan memperkuat pengawasan keamanan produk sekaligus melindungi kesehatan masyarakat Indonesia.

“Masalahnya, secara global belum ada standar. Baik Codex dari FAO maupun WHO belum menetapkan berapa kandungan mikroplastik atau nanoplastik yang diizinkan,” kata Kepala BPOM, Taruna Ikrar, saat konferensi pers di kantor BPOM Jakarta, Senin (6/7).

Taruna mengatakan, penyusunan standar nasional tersebut merupakan tindak lanjut hasil pembahasan bersama Komisi VII DPR RI. Menurutnya, BPOM akan memanfaatkan kapasitas laboratorium yang dimiliki untuk menyusun skala batas aman berdasarkan bukti ilmiah.

“Tim kami bersama P3OM dan laboratorium BPOM menyusun skala berdasarkan referensi riset ilmiah terstandar sebagai landasan penetapan batas aman. Publikasi Nature dan New England Journal menjadi rujukan utama kami,” ucap Taruna.

Taruna berharap, standar mikroplastik BPOM menjadi acuan nasional sekaligus berkontribusi terhadap penyusunan standar internasional di masa mendatang. Langkah tersebut diharapkan memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat dan pengawasan keamanan produk.

Taruna menjelaskan, sejumlah penelitian mulai menunjukkan potensi dampak paparan mikroplastik terhadap kesehatan manusia. Namun, mekanisme masuknya partikel tersebut ke dalam tubuh masih terus diteliti.

“Berdasarkan referensi New England Journal, mikroplastik dikaitkan dengan stroke dan aterosklerosis pada otak dalam sejumlah temuan penelitian. Temuan itu menjadi perhatian kami,” ucap dia.

Meski demikian, Taruna menegaskan para peneliti masih berupaya memahami bagaimana partikel mikroplastik. Terutama yang berukuran nano, dapat menembus sistem pertahanan tubuh.

“Sejauh ini kita memahami adanya penghalang darah di otak. Masalahnya, bagaimana mikroplastik itu bisa masuk ke vaskular kita, itu yang belum diketahui,” ucap dia.

Menurut Taruna, meningkatnya penggunaan plastik di berbagai sektor turut berkontribusi terhadap paparan mikroplastik di lingkungan. Karena itu, BPOM akan mempercepat penyusunan standar nasional sebagai dasar pengawasan keamanan produk sekaligus perlindungan kesehatan masyarakat. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.