Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Hijau Buka Lapangan Kerja, Indonesia Harus Siapkan Talenta

📅 Senin, 21 Sep 2026, 20:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekonomi Hijau Buka Lapangan Kerja, Indonesia Harus Siapkan Talenta Doc: ANTARA/ Sulthony Hasanuddin.
Ket. Ilustrasi - Pekerja memanen basil di Ladang Farm, Cilandak, Jakarta.

SURAKARTA – Transisi menuju ekonomi hijau tidak hanya menyangkut pengurangan emisi dan penggunaan energi yang lebih bersih, tetapi juga membuka peluang baru bagi penciptaan lapangan kerja.

Perubahan struktur industri akan meningkatkan kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai dengan sektor hijau, mulai dari energi terbarukan hingga pengelolaan lingkungan.

Karena itu, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting agar transisi hijau tidak hanya menghasilkan ekonomi yang lebih berkelanjutan, tetapi juga mampu menyerap tenaga kerja secara luas.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan kebutuhan kompetensi terkait transisi hijau membuka peluang kerja baru bagi tenaga kerja Indonesia.

Yassierli dalam keterangannya yang diterima di Surakarta, Jawa Tengah, Senin (21/9), mengatakan hal itu seiring dengan berkembangnya kendaraan listrik dan energi terbarukan saat ini, sehingga kebutuhan terhadap kompetensi di sektor pekerjaan hijau (green jobs) pun turut berkembang.

“Karena itu, perkembangan teknologi perlu diikuti dengan kesiapan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri,” kata Menaker.

Ia mengatakan bahwa kebutuhan tenaga kerja hijau akan terus meningkat sejalan dengan perkembangan ekonomi dan teknologi yang semakin mengarah pada transisi hijau.

Indonesia menargetkan jumlah tenaga kerja hijau mencapai sekitar 5,01–5,32 juta orang pada 2029.

“Teknologinya berkembang, tenaga kerjanya juga harus kita siapkan. Jangan sampai teknologinya sudah tersedia, tetapi tenaga kerja yang mampu mengoperasikan, merawat, dan mengembangkannya belum siap,” katanya.

Menurut dia, perkembangan kendaraan listrik dan energi terbarukan tidak hanya menciptakan kebutuhan terhadap produk dan teknologi baru, tetapi juga membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi yang spesifik.

Kebutuhan tersebut antara lain mencakup teknisi kendaraan listrik, instalasi tenaga surya, pengoperasian stasiun pengisian, pemeliharaan, hingga keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

“Transisi hijau membutuhkan teknologi, investasi, dan yang paling penting, tenaga kerja yang kompeten,” ujar dia.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Yassierli menekankan pentingnya pelatihan vokasi yang terhubung langsung dengan kebutuhan dunia kerja. Industri perlu dilibatkan dalam penyusunan kurikulum, penyediaan instruktur, praktik kerja, sertifikasi, hingga penempatan lulusan.

“Fokus kita jelas: peserta selesai pelatihan, kompetensinya diakui, kemudian bekerja atau berusaha,” kata Menaker.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Luar Negeri
Qatar Ajak Negara Teluk Gan...
Advertisement
Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.