Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes Siagakan Ribuan Nakes Imbas Karhutla

📅 Senin, 21 Sep 2026, 15:55 WIB | Oleh:
Kemenkes Siagakan Ribuan Nakes Imbas Karhutla Doc: Humas Polda Riau

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengerahkan ribuan tenaga kesehatan antisipasi ancaman kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karhutla di Sumatra dan Kalimantan, berdampak kepada penurunan kualitas udara yang memicu melonjaknya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Kemenkes mengerahkan sebanyak 1.898 tenaga kesehatan. Mendistribusikan ratusan ribu bantuan logistik medis ke wilayah terdampak," kata juru bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, dalam keterangan tertulis, Senin (21/9).

Ia menjelaskan tercatat lebih dari 151.000 kasus ISPA tersebar di 7 provinsi dan 63 kabupaten/kota, hingga 16 September 2026. Kemenkes telah menyiagakan ribuan tenaga medis yang tersebar di 7 provinsi terdampak karhutla.

Widyawati mengatakan keberadaan ribuan tenaga kesehatan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat. Selain itu, ribuan tenaga medis untuk memperkuat jajaran tenaga kesehatan daerah.

"Langkah ini kami ambil untuk mendekatkan pertolongan medis langsung kepada masyarakat terdampak. Sekaligus menopang serta memperkuat tenaga kesehatan di daerah yang telah bekerja keras sejak awal," ujar Widyawati.

Kemenkes juga mendistribusikan sejumlah bantuan logistik, meliputi 1.927.554 lembar masker untuk perlindungan harian masyarakat. Selain itu didistribisikan 280 unit mesin pekat oksigen (oxygen concentrator) dan 36 tabung oksigen guna mendukung pasokan oksigen kritis.

"Sebanyak 328 dus makanan tambahan, beserta pasokan obat-obatan dan vitamin penunjang daya tahan tubuh. Mesin pekat oksigen dan tabung oksigen diprioritaskan untuk memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan di berbagai wilayah dengan dampak karhutla terparah," kata dia.

Kemenkes menyiagakan penuh fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah terdampak, mencakup 1.691 Puskesmas, dan 360 Rumah Sakit Rujukan. Selanjutnya 87 Labkesmas untuk penanganan medis cepat dan pengujian kualitas udara.

"Kemenkes berkomitmen untuk terus mengoptimalkan distribusi logistik medis demi menjaga keselamatan masyarakat," kata dia. Kemenkes mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker.

Ia menyebut kelompok rentan menjadi prioritas pemerintah dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla. Penyakit bawaan tersebut seperti asma dan jantung. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
Afghanistan-Pakistan Terlib...
Luar Negeri
Mesir Siap Pasang Badan Ban...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.