Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gaikindo: GIIAS Semarang Diikuti 19 Merek Kendaraan Bermotor

📅 Senin, 21 Sep 2026, 20:15 WIB | Oleh:
Gaikindo: GIIAS Semarang Diikuti 19 Merek Kendaraan Bermotor Doc: ANTARA/HO-Pemprov Jateng
Ket. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menerima audiensi pengurus Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia

SEMARANG -- Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang 2026 yang akan digelar 30 September—4 Oktober 2026 di Semarang, Jawa Tengah, diikuti sebanyak 19 merek kendaraan bermotor.

Ketua Harian Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sekaligus Ketua Pameran GIIAS Semarang 2026 Anton Kumonty, di Semarang, Senin, menyebutkan 19 merek itu, terdiri atas 18 merek mobil dan satu sepeda motor.

Dari total 18 merek mobil tersebut, kata dia, 12 di antaranya adalah mobil listrik, sedangkan mobil konvensional hanya enam merek, serta ada 25 industri pendukung yang terlibat dalam pameran.

"Tahun ini lebih banyak merek mobil listrik yang berpartisipasi dibandingkan tahun sebelumnya," katanya, saat beraudiensi dengan Gubernur Jateng.

Ia menyebutkan secara nasional penjualan kendaraan bermotor baru mengalami peningkatan dari tahun 2025.

"Pada tahun 2026, selama delapan bulan atau per Agustus hampir 600 ribu kendaraan, naik sekitar 12 persen dibandingkan tahun lalu," katanya.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jateng siap memberikan dukungan terhadap ajang pameran otomotif tersebut.

Ia menilai pameran otomotif tersebut dinilai dapat mendongkrak penjualan kendaraan bermotor di Jateng, sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

"Pemprov Jateng akan mendukung gelaran GIIAS di Semarang ini, karena pergerakan orang dan barang itu menjadi salah satu prioritas, salah satunya melalui industri otomotif," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Jateng Muhamad Masrofi berharap adanya pameran GIIAS yang dilakukan setiap tahun dapat mendongkrak penjualan kendaraan bermotor di wilayah tersebut.

Dengan meningkatnya penjualan kendaraan bermotor, kata dia, maka pajak kendaraan bermotor (PKB) akan meningkat sehingga ikut mendongkrak PAD.

"Harapannya dengan sering dilakukan pameran ini dapat menumbuhkan penjualan kendaraan bermotor. Kita akan kolaborasi, bukan tidak mungkin nanti akan ada relaksasi yang diberikan, ini masih dihitung dulu," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...

Kabut Asap Karhutla Hambat Produksi Ikan Asin

46 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Kabut Asap Karhutla Hambat ...
Luar Negeri
Mohon Dukungan Doa! Paus Le...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Mendag Ajak Anak Muda Berbisnis Waralaba
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.