Buka LCC Empat Pilar MPR RI Provinsi Sulawesi Utara, Stefanus B.A.N Liow: LCC Perkuat Nilai Kebangsaan Hadapi Tantangan Era Digital
📅 Sabtu, 27 Jun 2026, 19:30 WIB | Oleh: SriyonoStefanus mengingatkan bahwa materi yang diperlombakan mencakup empat fondasi utama kehidupan berbangsa, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 beserta Ketetapan MPR RI, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
"Empat pilar ini tidak boleh berhenti sebagai hafalan. Nilai-nilainya harus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari karena menjadi fondasi yang menjaga Indonesia tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan global," katanya.
Ia juga menilai Sulawesi Utara merupakan contoh nyata daerah dengan tingkat toleransi yang tinggi. Menurutnya, kondisi tersebut lahir dari kuatnya modal sosial masyarakat yang diwariskan melalui filosofi "Torang Samua Basudara" dan "Si Tou Timou Tumou Tou", yang mengajarkan pentingnya hidup untuk memanusiakan sesama.
Stefanus berharap para peserta membawa pulang semangat nasionalisme ke sekolah dan daerah masing-masing, terlepas dari hasil akhir perlombaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Investasi Jangka Panjang
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Dr. Femmy J. Suluh menyampaikan apresiasi Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus kepada MPR RI atas konsistensinya membumikan ideologi bangsa melalui LCC Empat Pilar.
Menurutnya, berbagai inovasi yang dilakukan MPR RI membuat kompetisi tersebut semakin menarik dan relevan bagi generasi muda. Setelah sempat hanya berlangsung di tingkat provinsi pada 2024, sejak 2025 para juara kembali memperoleh kesempatan tampil di tingkat nasional, dan pola tersebut berlanjut pada tahun ini.
Femmy menilai LCC Empat Pilar merupakan investasi jangka panjang dalam membangun karakter kebangsaan generasi muda.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Melalui kompetisi ini kita sedang menanam investasi terbaik bagi masa depan Indonesia. Kehadiran peserta di panggung nasional bukan hanya membangun kebanggaan pribadi, tetapi juga mempererat persatuan bangsa," ujarnya.
Ia berharap para peserta maupun alumni LCC tidak berhenti setelah kompetisi usai, melainkan menjadi duta Pancasila dan konstitusi di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Menurut Femmy, pemahaman terhadap Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika akan membentuk generasi muda yang kritis, tidak mudah terprovokasi, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga berencana memperluas penyelenggaraan LCC hingga tingkat kabupaten dan kota agar semakin banyak pelajar mendapat kesempatan menjadi Duta Pancasila dan Duta Konstitusi.
Ia mengapresiasi pemerataan peserta tahun ini yang tidak lagi didominasi sekolah-sekolah di Kota Manado, tetapi juga melibatkan wakil dari Sangihe, Bolaang Mongondow, Minahasa, Tomohon, Bitung, dan daerah lainnya.
Femmy menegaskan bahwa keberhasilan peserta tidak semata-mata diukur dari kecepatan menekan bel atau besarnya nilai yang diraih, melainkan dari sejauh mana nilai-nilai Empat Pilar berakar kuat dalam diri mereka sebagai calon pemimpin Indonesia di masa depan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!