Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengenal Arti Rebo Wekasan, Tradisi Tolak Bala Hari Rabu Terakhir Bulan Safar

📅 Rabu, 12 Agu 2026, 16:02 WIB | Oleh:
Mengenal Arti Rebo Wekasan, Tradisi Tolak Bala Hari Rabu Terakhir Bulan Safar Doc: ANTARA/Yusuf Nugroho
Ket. Warga mengikuti prosesi Kirab Tradisi Rabu Wekasan di Desa Jepang, Mejobo, Kudus, Jawa Tengah. Acara yang digelar setiap hari Rabu pada akhir bulan Safar itu guna mendoakan agar terhindar dari bala dan musibah.

REBO Wekasan, atau yang kerap disebut juga Rebo Pungkasan, merupakan tradisi yang digelar setiap Rabu terakhir pada bulan Safar. Nama ini berasal dari bahasa jawa dengan kata “Rebo” yang berarti hari Rabu dan “wekasan” yang bermakna akhir atau penutup.

Rebo Wekasan merupakan wujud perpaduan antara kearifan lokal dan ajaran Islam. Tradisi yang berakar dari budaya Jawa ini dilaksanakan dengan serangkaian ritual keagamaan sesuai syariat Islam.

Sejarahnya dapat ditelusuri sejak abad ke-17, pada masa penyebaran Islam oleh Wali Songo. Tradisi ini diyakini berlandaskan pada sebuah hadis Rasulullah SAW yang menanggapi anggapan sebagian orang tentang adanya kesialan atau keburukan di bulan Safar.

Pada masa itu, banyak ulama yang meyakini bahwa di bulan Safar turun lebih dari 500 jenis penyakit ke bumi. Sebagai bentuk ikhtiar untuk terhindar dari penyakit dan bencana, mereka mengadakan tirakatan yakni malam khusus untuk memperbanyak ibadah dan doa. Tujuan dari amalan tersebut adalah memohon perlindungan kepada Allah SWT agar dijauhkan dari segala mara bahaya, khususnya pada Rabu terakhir bulan Safar.

Tirakatan yang digelar setiap tahun ini menjadi simbol doa dan usaha agar terhindar dari musibah. Meski telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu, tradisi Rebo Wekasan tetap dijaga kelestarian-nya hingga sekarang. Pelaksanaan Rebo Wekasan sendiri berbeda-beda di setiap daerah, namun esensi-nya sama, yakni untuk memohon keselamatan.

20260812155954_wekasan02.jpeg

Selain menjadi sarana doa dan permohonan keselamatan, tradisi ini juga berfungsi mempererat silaturahmi antarwarga. Melalui kegiatan bersama seperti doa berjamaah, hingga pembacaan ayat suci Al-Quran, masyarakat saling berbagi rasa syukur sekaligus menjaga warisan budaya yang telah diwariskan turun-temurun.

Dengan demikian, Rebo Wekasan tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga memegang peranan penting dalam memperkuat ikatan sosial dan melestarikan identitas budaya lokal.

Rebo Wekasan 2026 jatuh pada Rabu, 12 Agustus 2026, yang bertepatan dengan 29 Safar 1448 Hijriah dan menjadi Rabu terakhir pada bulan Safar.

Tradisi ini masih dilakukan oleh sebagian masyarakat Muslim di Indonesia, terutama di berbagai daerah di Pulau Jawa.

20260812160033_wekasan03-2.jpg

Sebagai salah satu tradisi keagamaan dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat Nusantara, Rebo Wekasan memiliki bentuk peringatan yang beragam.

Selain kegiatan ibadah, masyarakat biasanya mengisinya dengan doa bersama, pengajian, sedekah, dan berbagai tradisi lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Megapolitan
Tawuran di Stasiun Manggara...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp100.800...
Olahraga
Hasil Liga Italia: Tuan Rum...
Megapolitan
2 Bulan Buron, Polisi Ciduk...
Nasional
Soal Rencana Penyaluran Ban...
Ekonomi
Desain Bukan Sekadar Visual...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.