Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AI Percepat Ancaman Siber, Akademisi Dorong Penguatan Literasi Digital dan Tata Kelola Teknologi

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 14:18 WIB | Oleh:
AI Percepat Ancaman Siber, Akademisi Dorong Penguatan Literasi Digital dan Tata Kelola Teknologi	Doc: antara foto
Ket. Ilustrasi perkembangan kecerdasan buatan atau akal imitasi.

JAKARTA - Perkembangan akal imitasi (artificial intelegence, AI) bakal mempercepat munculnya ancaman siber sehingga penguatan literasi digital dan tata kelola teknologi menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, kata akademisi dari Universitas Binawan.

“Keamanan digital tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Kita juga membutuhkan literasi digital, tata kelola yang baik, serta komitmen terhadap etika,” ujar Wakil Rektor Tata Kelola, Sumber Daya, dan Kemitraan Strategis Universitas Binawan Farouk Abdullah Alwyni dalam keterangannya dikutip di Jakarta, Kamis (13/8).

Meskipun perkembangan AI bisa meningkatkan inovasi dan produktivitas, namun juga disertai potensi risiko keamanan digital yang kini dapat menyasar individu dan pelaku usaha kecil, selain perusahaan besar.

Berdasarkan laporan IBM Cost of a Data Breach 2025, rata-rata kerugian akibat kebocoran data secara global mencapai 4,44 juta dollar AS.

Laporan tersebut juga mencatat sebanyak 97 persen organisasi yang mengalami insiden keamanan terkait AI belum memiliki pengendalian akses AI yang memadai.

Farouk mengatakan perkembangan AI memberikan peluang besar bagi inovasi, tetapi teknologi tersebut juga menghadirkan risiko baru apabila tidak digunakan secara bertanggung jawab sehingga pemahaman masyarakat mengenai keamanan digital perlu ditingkatkan.

Sementara itu, Co-Founder dan CEO Cykube Shahril Ahmed mengatakan perubahan lanskap keamanan siber membuat ancaman semakin luas dan tidak lagi hanya menyasar perusahaan besar.

“Ancaman siber kini tidak lagi terbatas pada perusahaan besar. Individu dan usaha kecil juga semakin menjadi sasaran,” kata Shahril.

Menurut dia, kesenjangan perlindungan siber membutuhkan kolaborasi dan edukasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan ketahanan siber.

Penguatan literasi digital menjadi semakin penting seiring dengan meluasnya penggunaan AI dalam berbagai aktivitas, termasuk di kalangan masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan profesional.

Perguruan tinggi dinilai memiliki peran dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memahami risiko, keamanan, etika, dan tanggung jawab penggunaan teknologi tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.