Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Luar Biasa, Calon Pengantin Dibekali Hidup Antipinjol dan Cara Kelola Keuangan

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 15:52 WIB | Oleh:
Luar Biasa, Calon Pengantin Dibekali Hidup Antipinjol dan Cara Kelola Keuangan Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkot Makassar
Ket. PKK Makassar menggelar kegiatan KISAH (Keluarga Indonesia Sejahtera dan Harmonis) dengan tema “Penguatan Ketahanan Keluarga melalui Edukasi Calon Pengantin dan Pencegahan Risiko Judi Online serta Pinjaman Online” di Makassar, Rabu (12/8).

MAKASSAR --Tim Penggerak PKK Kota Makassar membekali calon pengantin cara mengelola keuangan sebagai upaya dini mencegah masyarakat terjerat pinjaman online (pinjol) hingga judi online (judol).

Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan KISAH (Keluarga Indonesia Sejahtera dan Harmonis) dengan tema “Penguatan Ketahanan Keluarga melalui Edukasi Calon Pengantin dan Pencegahan Risiko Judi Online serta Pinjaman Online” di Makassar, Rabu.

"Kegiatan ini mengangkat pesan untuk calon pengantin fokus bangun masa depan, bukan terjerat utang," ujar Ketua Bidang I TP PKK Kota Makassar Kamelia Thamrin Tantu.


KISAH merupakan salah satu program kerja Pokja I TP PKK Kota Makassar yang diikuti sekretaris berserta jajaran pengurus TP PKK Kota Makassar, kader PKK kelurahan, serta pasangan calon pengantin.

Kegiatan ini, kata dia, sebagai pengingat pentingnya membangun fondasi keluarga sejak sebelum pernikahan, termasuk dalam aspek kesehatan, ekonomi, mental spiritual, hukum, hingga pengelolaan keuangan.

Selain kesehatan, Kamelia mengatakan tidak kalah penting calon pengantin membicarakan persoalan keuangan secara terbuka sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

Pasalnya, pembahasan mengenai pendapatan, pengelolaan penghasilan, kebutuhan keluarga, hingga siapa yang bertanggung jawab mengatur keuangan perlu disepakati sejak awal agar tidak menjadi sumber konflik setelah menikah.

“Jangan sampai sudah menikah baru mau berbicara uangnya siapa yang pegang. Hal-hal seperti ini sangat penting dibicarakan sejak awal,” tuturnya.

Untuk itu, Kamelia menegaskan penguatan ketahanan keluarga juga harus dibarengi dengan kemampuan mengambil keputusan keuangan secara bijak.

Kegiatan KISAH menghadirkan Asisten Manager Analisis Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan Nadhilah Avissa Nashar sebagai pemateri.

Dia membawakan materi “Keluarga Bahagia, Financial Tertata: Kenali Pengelolaan Keuangan dan Waspadai Aktivitas Keuangan Ilegal”.

Dalam pemaparannya, Nadhilah menjelaskan pentingnya pengelolaan keuangan secara sederhana dalam keluarga, mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun prioritas pengeluaran, menyiapkan dana untuk kebutuhan masa depan, hingga berhati-hati terhadap tawaran keuangan yang berpotensi merugikan.

Peserta juga diingatkan agar tidak mudah tergiur dengan keuntungan cepat yang dapat membawa keluarga pada masalah keuangan.

Sementara itu, pemateri kedua Penyuluh Agama Syamsiah menyampaikan materi mengenai penguatan ketahanan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

Dia memberikan nasihat kepada calon pengantin agar membangun rumah tangga dengan komunikasi yang baik, saling menghargai, menjalankan tanggung jawab bersama, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam menghadapi berbagai persoalan keluarga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Daerah
Cegah Antrean Panjang, Poli...
Daerah
Ribuan Warga Pacitan Mengge...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.