Pertamina Gunakan Program CID untuk Bantu Kaum Difabel Berkarya dan Mandiri
📅 Sabtu, 20 Jun 2026, 23:18 WIB | Oleh: OpikJAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga membuka lebih banyak peluang bagi kaum difabel untuk berkarya dan mandiri melalui program community involvement and development (CID) di berbagai wilayah operasional.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan perusahaan tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga berkomitmen menciptakan ruang yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
"Pertamina Patra Niaga hadir untuk semua kalangan. Melalui program CID, kami membuka peluang bagi teman-teman difabel untuk berkarya, meningkatkan kapasitas diri, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat," ujar Roberth.
Salah satu program unggulannya adalah Perintis (Pemberdayaan Inklusi Teman Istimewa), yang dijalankan Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan melalui Kedai Kopi Teman Istimewa di Kabupaten Indramayu, Jabar.
Sejak berdiri pada 2023, kedai yang dikelola langsung oleh teman-teman penyandang tuli tersebut telah memberikan manfaat kepada 155 penyandang tuli dan mencatatkan omzet Rp300 juta sepanjang 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kedai ini menjadi simbol kemandirian dan bukti bahwa penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berdaya," jelas Roberth.
Selain itu, melalui Program Setara (Sinergi Kawan Inklusi), perusahaan afiliasi, PT Polytama Propindo mengembangkan inovasi kaki palsu polystep berbahan limbah polipropilena daur ulang sebagai solusi akses alat bantu yang lebih terjangkau sekaligus mendukung ekonomi sirkular.
Sejak 2023 hingga saat ini, program Setara telah memberikan manfaat kepada 114 penerima manfaat di Indramayu dan menghasilkan pendapatan Rp190 juta sepanjang 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Suprayitno, Ketua Kelompok Difabel Indramayu, mengatakan program ini tidak hanya membantu menyediakan alat bantu yang lebih terjangkau, tetapi juga membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan mandiri secara ekonomi.
"Dulu kami sering terkendala karena alat bantu sangat mahal dan sulit didapat. Sekarang, kami bisa membuat sendiri, belajar, bahkan menjual hasil produksi kami. Ini bukan sekadar bantuan, tapi bentuk pengakuan bahwa kami setara," ujarnya.
Sementara itu, di Kabupaten Boyolali, Fuel Terminal Boyolali menjalankan program Difabelpreneur Kresna Patra yang fokus kepada peningkatan kapasitas dan akses kerja bagi penyandang disabilitas.
Melalui pelatihan menjahit, pengembangan lembaga penyalur kerja inklusif, serta pendirian Pusat Kegiatan Masyarakat (PKBM) Inklusi Dwija Praja Amarta, program ini membangun ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan.
Program ini juga menghadirkan inovasi mesin jahit ramah disabilitas Jr-Difa, yang memanfaatkan skrap besi perusahaan dan telah memperoleh hak paten.
Selain itu, pemanfaatan limbah minyak jelantah dan botol plastik turut mendukung pembiayaan pendidikan peserta PKBM inklusi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!