Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga Rata-rata Bensin di AS Lampaui 4 Dollar USD per Galon

📅 Selasa, 21 Jul 2026, 01:20 WIB | Oleh:
Harga Rata-rata Bensin di AS Lampaui 4 Dollar USD per Galon Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Ilustrasi pengisian BBM. Ketegangan di sekitar Selat Hormuz telah mendorong kenaikan harga minyak dan tekanan ekonomi di berbagai belahan dunia.

WASHINGTON, AS - Harga rata-rata bensin di Amerika Serikat kini telah melampaui 4 dolar AS (Rp71.908, kurs 1 dolar = Rp17.977 pada Senin pagi) per galon (atau setara 3,8 liter) di tengah eskalasi konflik dengan Iran.

Sebelumnya, tepat setelah AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman pada pertengahan Juni lalu, harga jenis bensin paling populer di AS, yakni Regular, sempat turun menjadi 3,9 dolar AS (Rp70.110) per galon untuk pertama kalinya sejak Maret.

Namun, pada Senin (20/7) ini, harga satu galon bensin Regular kembali naik menjadi 4,003 dolar AS (Rp71.961).

Seperti yang dilaporkan oleh RIA Novosti berdasarkan data statistik bahan bakar setempat, harga bensin di berbagai wilayah AS pun bervariasi.

Bensin di negara bagian California saat ini dibanderol seharga 5,4 dolar AS per galon (Rp97.075). Di Washington dan Hawaii, harga satu galon bensin juga melampaui 5 dolar AS (Rp89.885).

Sementara itu, di Florida, Colorado, Virginia, Delaware, New Mexico, dan sejumlah negara bagian lainnya, harga bensin masih terjaga di bawah 4 dolar AS per galon.

Harga bensin terendah di AS saat ini tercatat di Ohio, yakni sebesar 3,8 dolar AS (Rp68.312) per galon.

Lonjakan harga tersebut terjadi seiring dengan tren kenaikan harga minyak global dan berlanjutnya konflik antara Washington dan Teheran.

Pada 18 Juni, Pemerintah AS dan Pemerintah Iran telah menandatangani nota kesepahaman untuk menyelesaikan konflik yang berlangsung sejak 28 Februari tersebut. Namun, AS kembali melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran sejak 8 Juli lalu.

Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer AS di beberapa negara Timur Tengah. Iran juga menuduh AS telah melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Pada 9 Juli, Presiden AS Donald Trump pun menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut tidak lagi berlaku. Ant/sumber: Sputnik/RIA Novosti

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DPRD DKI Minta Pemprov Tera...
Daerah
BPBD Kotawaringin Timur Kaj...
Nasional
Lawan Stunting, Baznas Palu...
Trump Perintahkan Pemberlakuan Tarif Baru 50% untuk Barang Kanada

Trump Perintahkan Pemberlakuan Tarif Baru 50% untuk Barang Kanada

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.