Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keren! AI bisa Merancang Genom Virus, Penelitian Terbaru Ini Tunjukkan Kemampuannya

📅 Jumat, 07 Agu 2026, 14:47 WIB | Oleh:
Keren! AI bisa Merancang Genom Virus, Penelitian Terbaru Ini Tunjukkan Kemampuannya Doc: AFP/US Food and Drug Administration
Ket. Gambar ilustrasi diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Food and Drug Administration AS menunjukkan Virus Corona Covid-19.

JAKARTA - Hasil penelitian baru yang dipublikasikan di platform Science pada Kamis (6/8) menunjukkan kemampuan model kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam merancang genom virus dan menghasilkan virus baru.

Menurut warta The New York Times, ilmuwan di Arc Institute Palo Alto dan Universitas Stanford dalam penelitian itu melatih AI menggunakan kumpulan data DNA lalu meminta model membuat rancangan genom virus.

Para peneliti menggunakan model bahasa genom, model bahasa genom dilatih menggunakan korpus DNA masif yang mencakup jutaan genom dari berbagai domain kehidupan menurut ringkasan penelitian yang dipublikasikan di Science.

Dalam riset itu, model bahasa genom Evo1 dan Evo2 digunakan untuk menghasilkan virus yang menginfeksi bakteri atau bakteriofag.

Virus semacam ini memiliki beragam aplikasi dalam biologi molekuler, rekayasa mikroba, dan terapi.

Model bahasa genom Evo 1 dan Evo 2 dimanfaatkan untuk menghasilkan genom fag utuh yang memiliki arsitektur genetik realistis serta spesifisitas terhadap inang bakteri Escherichia coli C.

Para peneliti kemudian mengevaluasi ribuan genom buatan AI dan mendapati 16 fag yang layak, dan fag-fag tersebut berbeda dari fag alami mana pun yang telah diketahui.

Menurut para peneliti, temuan tersebut menunjukkan bahwa model AI generatif mampu menangkap batasan evolusioner dalam urutan DNA dengan tingkat akurasi yang memadai untuk menghasilkan genom bakteriofag utuh.

Para peneliti menyampaikan bahwa pendekatan mereka dapat memperluas cakupan kemampuan genomika sintetik.

Pendekatan tersebut menurut mereka merintis jalan bagi pengembangan terapi fag yang adaptif dan tangguh dalam menghadapi patogen yang berevolusi dengan cepat sekaligus meletakkan dasar bagi desain generatif genom yang lebih besar dan kompleks.

Menurut siaran Engadget, virus yang dirancang menggunakan AI dapat digunakan untuk meningkatkan terapi gen serta membuat alat yang lebih baik untuk menyerang bakteri berbahaya.

Namun demikian, pengembangan inovasi semacam itu membutuhkan regulasi ketat untuk memastikan pelaksanaannya bertanggung jawab dan tidak memicu masalah baru. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Nasional
BMKG Peringatkan Potensi Ge...
Advertisement
Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.