Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rem Cakram 'Overheat'? Ini Cara Mendinginkan yang Benar Menurut Ahli Otomotif

📅 Jumat, 07 Agu 2026, 10:44 WIB | Oleh:
Rem Cakram 'Overheat'? Ini Cara Mendinginkan yang Benar Menurut Ahli Otomotif Doc: Antara News/Chairul Rohman
Ket. Contoh rem cakram Fix.

JAKARTA - Kebiasaan menyiram air pada rem cakram yang sedang panas masih sering dilakukan sebagian pengendara dengan alasan agar suhu cepat turun. Namun, tindakan tersebut justru dapat berisiko merusak komponen pengereman jika dilakukan saat kondisi rem masih sangat panas.

Rem cakram merupakan salah satu komponen vital kendaraan yang bekerja dengan memanfaatkan gesekan antara kampas rem dan piringan cakram untuk memperlambat laju kendaraan.

Gesekan tersebut menghasilkan panas, terutama ketika kendaraan digunakan dalam kondisi berat seperti melewati jalan menurun panjang atau melakukan pengereman berulang.

Menurut ahli otomotif, rem cakram yang panas sebaiknya tidak langsung disiram air karena perubahan suhu secara tiba-tiba dapat memengaruhi kondisi material logam pada cakram. Pendinginan ekstrem dapat menyebabkan perubahan bentuk hingga kerusakan pada komponen pengereman.

Kenapa rem cakram panas tidak boleh langsung disiram air?

Saat bekerja, piringan cakram mengalami peningkatan suhu akibat gesekan. Ketika komponen logam yang masih sangat panas terkena air secara tiba-tiba, terjadi perubahan temperatur yang cepat.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan pemuaian dan penyusutan yang tidak merata pada material cakram. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi membuat piringan mengalami perubahan bentuk, retak, atau menurunkan performa pengereman.

Selain itu, air yang masuk ke area sistem pengereman juga dapat memengaruhi komponen tertentu apabila proses pendinginan dilakukan secara tidak tepat.

Apa dampaknya jika rem panas disiram air?

Beberapa risiko yang dapat terjadi akibat kebiasaan menyiram rem cakram panas antara lain:

Piringan cakram berpotensi mengalami retak akibat perubahan suhu ekstrem.

Permukaan cakram dapat berubah bentuk sehingga pengereman terasa tidak normal.

Performa pengereman dapat menurun.

Komponen rem menjadi lebih cepat mengalami kerusakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ribuan Penebang Tebu Sambut Mentan Amran, Diajak Dukung Swasembada Gula Nasional.
    Preview komentar:
    swasambada gula juga tidak kalah pentingnya dari swasembada ...
  • Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi yang sering berinteraksi dengan sektor distribusi ...
  • Industri Halal Dinilai Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.
    Preview komentar:
    Membaca ulasan komprehensif ini memberikan perspektif baru yang ...
Daerah
Wisatawan Berburu Durian di...
Daerah
Gempa 4,6 Magnitudo Guncang...

Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Gubernur BI

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Uji Kelayakan dan Kepatutan...
Daerah
Pelajar Terdampak Karhutla ...
"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

26 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.