Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bersejarah! Negara Komunis Kuba Mengadopsi Paket Reformasi Pasar Bebas, Demi Selamatkan Ekonomi

📅 Jumat, 19 Jun 2026, 09:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bersejarah! Negara Komunis Kuba Mengadopsi Paket Reformasi Pasar Bebas, Demi Selamatkan Ekonomi  Doc: Macau Business
Ket. Bendera Kuba

HAVANA - Parlemen Kuba pada hari Kamis (18/6) mengadopsi hampir 200 reformasi pasar bebas bersejarah yang bertujuan untuk menyelamatkan pulau komunis itu dari krisis parah yang diperparah oleh blokade minyak AS.

Dalam pidato bersejarah di Majelis Nasional, Perdana Menteri Manuel Marrero mengumumkan 176 langkah yang bertujuan mengurangi peran negara dalam perekonomian dan menarik investasi di berbagai sektor, mulai dari perbankan hingga pariwisata dan pertanian.

Berdasarkan reformasi tersebut, investor asing tidak lagi diwajibkan membentuk usaha patungan dengan negara, perusahaan swasta besar akan diizinkan, dan baik investor Kuba maupun asing diperbolehkan untuk memperoleh saham di perusahaan milik negara.

Perubahan-perubahan besar ini dan lainnya terjadi ketika Amerika Serikat memberikan tekanan tanpa henti pada pulau tersebut. Presiden Donald Trump secara terbuka mempertimbangkan untuk mengambil alih negara Karibia yang hanya berjarak 90 mil (145 km) dari Florida.

Daniel Torralbas, seorang ekonom Kuba yang berbasis di London, menggambarkan reformasi tersebut sebagai "yang paling mendalam" sejak revolusi tahun 1959 yang dipimpin Fidel Castro. 

Sosialisme atau Mati! 

Usulan tersebut diadopsi secara bulat, para anggota parlemen mengangkat tangan dalam sesi yang diakhiri dengan Presiden Miguel Diaz-Canel mengucapkan slogan revolusioner terkenal Castro: "Sosialisme atau mati!" 

Marrero tidak memberikan kerangka waktu untuk menerapkan reformasi tersebut, tetapi Diaz-Canel pada hari Rabu berpendapat tentang perlunya "perubahan mendesak" untuk mencegah keruntuhan ekonomi.

Blokade minyak yang diberlakukan oleh Trump pada bulan Januari setelah penggulingannya terhadap sekutu Kuba, Nicolas Maduro, di Venezuela telah membawa ekonomi pulau itu ke ambang kehancuran, memaksa Partai Komunis untuk memberikan konsesi yang sebelumnya dianggap sesat.

Meskipun kebiasaan Havana selalu menyalahkan kesulitan yang mereka alami pada embargo perdagangan AS yang berlangsung lebih dari enam dekade dan baru-baru ini blokade minyak, Diaz-Canel mengakui adanya "hambatan yang tidak berasal dari luar, maupun blokade."

Dengan bahasa yang biasanya lugas, ia mengkritik "kelambatan, birokrasi, dan norma-norma yang menghambat mereka yang ingin berproduksi" serta "keputusan-keputusan yang telah kita tunda."

"Mereka berada dalam situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Michael Bustamante, ketua studi Kuba di Universitas Miami, kepada AFP.

"Mereka berada dalam posisi yang tidak nyaman karena harus melakukan perubahan pada model ekonomi mereka, tampaknya karena tekanan yang diberikan kepada mereka oleh Amerika Serikat."

Diaz-Canel dengan tegas menyatakan bahwa pemerintah "tidak melakukan ini karena tekanan dari Amerika," tetapi untuk "melestarikan" sosialisme.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.