Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hadapi Kemarau, Pemkot Cimahi Andalkan Urban Farming untuk Jaga Ketahanan Pangan

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 18:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hadapi Kemarau, Pemkot Cimahi Andalkan Urban Farming untuk Jaga Ketahanan Pangan Doc: ANTARA FOTO/ Muhammad Bagus.
Ket. Ilustrasi - Pekerja memanen sayuran hasil pengembangan sistem hidroponik di Desa Binong, Lebak, Banten.

CIMAHI – Ketahanan ekonomi pangan merupakan fondasi penting bagi stabilitas ekonomi nasional karena memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan keberlanjutan pasokan pangan di tengah berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, gejolak harga komoditas global, dan gangguan rantai pasok.

Penguatan sektor pertanian, peningkatan produktivitas, diversifikasi sumber pangan, serta dukungan infrastruktur dan pembiayaan menjadi faktor kunci untuk menjaga daya tahan ekonomi.

Dengan ketahanan pangan yang kuat, risiko inflasi dapat ditekan, kesejahteraan petani meningkat, dan pertumbuhan ekonomi menjadi lebih inklusif serta berkelanjutan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, Jawa Barat, memperkuat ketahanan ekonomi pangan melalui optimalisasi pemanfaatan lahan terbatas, pengembangan urban farming, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan guna menghadapi potensi musim kemarau panjang.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi Tita Mariam di Cimahi, Kamis (30/7), mengatakan langkah tersebut dilakukan karena Kota Cimahi bukan daerah penghasil pangan, sehingga perlu memperkuat produksi pangan alternatif dan meningkatkan nilai tambah produk lokal.

"Kalau untuk pangan kita memang sejauh ini disuplai dari daerah lain. Seperti beras misalnya, karena lahan pertanian kita kan sangat terbatas," katanya.

Menurut dia, pemerintah daerah mendorong masyarakat memanfaatkan lahan sempit melalui kebun komunitas, berkebun di atap rumah (rooftop farming), hingga budi daya ikan dalam ember (budikdamber) untuk menjaga ketersediaan pangan rumah tangga.

"Program ini dapat meliputi kebun komunitas, berkebun di atap rumah, atau budikdamber, yang cocok untuk lingkungan perkotaan dengan ruang terbatas," ujarnya.

Selain meningkatkan produksi pangan, Pemkot Cimahi juga mengembangkan sektor UMKM yang bergerak di bidang pengolahan pangan lokal agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.

"Ini tidak hanya akan memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Pemkot Cimahi bisa memberikan dukungan melalui pelatihan dan akses pembiayaan untuk para pelaku UMKM agar mereka dapat mengolah produk pangan lokal menjadi produk bernilai tambah yang lebih tahan lama dan mudah didistribusikan," kata Tita.

Ia menambahkan pemerintah daerah juga terus memantau distribusi dan pasokan pangan dari daerah pemasok, serta melakukan pengendalian harga untuk menjaga daya beli masyarakat selama musim kemarau.

Sebagai langkah antisipasi jika terjadi gangguan pasokan, Pemerintah Kota Cimahi menyiapkan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) yang saat ini mencapai 73.971,20 kilogram, terdiri atas 50.261,20 kilogram beras medium dan 23.710 kilogram beras premium yang disimpan di gudang Bulog Kantor Cabang Bandung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Luar Negeri
Trump Salahkan Presiden Ukr...
Advertisement
Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.