Kurangi Sampah Organik, Jaksel Gencarkan Pembuatan Pupuk Eco Enzyme
📅 Kamis, 18 Jun 2026, 16:21 WIB | Oleh: SriyonoJAKARTA - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menggencarkan pembuatan pupuk eco enzyme untuk mengurangi sampah organik di wilayahnya.
"Di sini kami diajarkan cara membuat eco enzyme yang dihasilkan dari sisa-sisa buah yang dicampur dengan molase," kata Duta "Eco Enzyme" Jakarta Selatan, Nurul Azizah Syafrin dalam lokakarya eco enzyme dalam Gerakan Nasional Bersih Sungai 2026 di Aula Kantor Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (18/6).
Azizah mengatakan, kegiatan ini dilakukan serentak oleh komunitas Sedulur Bunda Milenial, pelajar dan unsur lainnya. Hal ini sangat penting dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan sekitar maupun lingkungan Jakarta pada umumnya.
Dia menjelaskan, bahan-bahan pembuatan eco enzyme yang merupakan sampah organik rumah tangga tersebut dimasukkan ke dalam wadah, dicampur dengan air, dan didiamkan selama kurang lebih tiga bulan.
"Nantinya, hasilnya akan sangat bermanfaat untuk kegiatan rumah tangga, seperti cairan pembersih lantai dan untuk membersihkan sungai agar aromanya tidak berbau," ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemudian, Pemkot Jaksel bersama Sedulur Bunda Milenial juga akan menggalakkan kegiatan pembuatan eco-enzyme ini mulai dari tingkat kelurahan hingga ke tingkat RT/RW agar masyarakat luas dapat turut serta menjaga kesehatan keluarga dan kelestarian lingkungan.
"Harapan saya, masyarakat dapat menggalakkan pembuatan eco-enzyme ini dengan memanfaatkan limbah seperti molase dari limbah gula serta sisa-sisa buah. Mengingat sampah buah mudah ditemukan setiap hari, cara ini dapat membantu mengurangi pembuangan sampah organik dan menjaga lingkungan sekitar tetap bersih," kata Azizah.
Kegiatan itu diikuti sekitar 160 peserta secara langsung dengan total pembuatan 16 galon eco enzyme.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Selatan, Iwan K. Santoso menambahkan, kegiatan yang diprakarsai oleh Paguyuban Sedulur Bunda Milenial terkait pembuatan eco enzyme ini merupakan sebuah gerakan yang dilakukan secara masif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, gerakan pembuatan eco-enzyme ini merupakan salah satu langkah untuk mendukung Instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terkait pemilahan dan pengurangan sampah langsung dari sumbernya.
"Terkait instruksi gubernur mengenai pemilahan dan pengurangan sampah dari sumbernya, kami berharap warga mengikuti anjuran, saran, serta edukasi dan sosialisasi yang diberikan oleh Lurah dan Camat. Saat ini, di Jakarta Selatan, para Lurah dan Camat juga sedang gencar membuat 'teba' atau biopori jumbo," kata Iwan.
Dalam meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah, tambah dia, dibutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, terutama pengurus lingkungan, dan warga.
"Perlu diketahui bahwa pada Agustus nanti, kita hanya bisa membuang sepertiga dari volume normal ke Bantargebang, dan itu pun hanya untuk residu. Oleh karena itu, kami mohon bantuan dan dukungan seluruh warga untuk secara masif memilah dan mengurangi sampah dari sumbernya," ucap dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!